Detail Berita


Anak Usaha Yang Berkontribusi Pada Rapor Hijau Keuangan INDY


"Mining Activity"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 06-04-2020

duniatambang.co.id - PT Indika Energy Tbk, INDY telah merilis laporan terkini dari kinerja keuangan mereka untuk masa audit Desember 2019. Dalam laporan tersebut, dijelaskan bahwa pada kurun waktu tahun 2019 kemarin, PT Indika Energy telah mencatatkan laba inti senilai 75,5 juta dolar Amerika. Pendapatan yang berhasil diraih oleh perusahaan pada tahun tersebut yakni totalnya mencapai 2.782,7 juta dolar Amerika.

Meski jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 6,1 persen dari tahun sebelumnya, yakni 2.962,9 juta dolar Amerika, namun perusahaan masih mencatatkan laba yang nilainya cukup membanggakan. Pihak INDY menjelaskan ada sejumlah anak usaha dari berbagai sektor yang berkontribusi pada laba bersih itu, yakni Tripatra, Petrosea, MBSS, dan juga Kideco Jaya Agung.

Laporan keuangan masing-masing anak usaha tersebut dijelaskan secara terperinci oleh perusahaan. Tripatra yang sahamnya 100 persen dimiliki oleh Indika Energy ini berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 66,1 persen.

Perusahaan yang bergerak di bidang rekayasa teknik, konstruksi dan pengadaan (EPC) ini mencatatkan pendapatan sebesar 462,3, juta dolar Amerika. Pada laporan pendapatan sebelumnya (tahun 2018) pendapatan perusahaan tercatat sebesar 278,3 juta dolar Amerika.

Sementara itu Petrosea, juga sedang mengalami masa keemasan pada tahun 2019. Anak usaha Indika Energy yang bergerak pada kontraktor tambang batubara, jasa engineering, infrastruktur dan jasa pendukung kegiatan tambang ini mengalami peningkatan pendapatan sebesar 7,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun lalu diketahui pendapatan Petrosea berada di angka 441,4 juta dolar Amerika, sementara laporan terakhir berada di angka 476,4 juta dolar Amerika.

PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk, juga berkontribusi pada kenaikan laba inti PT INDY. Tercatat perusahaan mendapatkan pendapatan sebesar 77,8 juta dolar Amerika. Angka ini diketahui naik sebesar 3,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada angka 75,4 juta dolar Amerika.

Tak kalah dengan anak usaha lainnya PT Kideco Jaya Agung juga mencatatkan kenaikan dari sisi produksi. Laporan terakhir untuk tahun 2019, Kideco berhasil mencatatkan angka produksi sebesar 34,3 juta ton batubara, dengan nilai penjualan sebesar 34,9 juta ton. Nilai tersebut mengalami peningkatan dibandingkan angka produksi dan penjualan pada tahun 2018, yakni sebesar 34,0 juta ton dan 34,1 juta ton.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !