Detail Berita


Laba Harum Energy dan DSSA Ambles Lebih Dari 40 Persen


"Coal"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 03-04-2020

duniatambang.co.id - Pasar batubara sepanjang tahun 2019 lalu memang tengah bergejolak. Sejumlah emiten pun harus menelan pil pahit akibat tidak stabilnya pasar. Hal serupa pun dialami oleh PT Harum Energy Tbk (HRUM) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Keduanya harus mengalami penurunan laba hingga lebih dari 40%.

Pada tahun lalu, Laba bersih PT Harum Energy (HRUM) tercatat harus ambles 42% menjadi US$ 18,50 juta atau Rp 296 miliar (asumsi kurs Rp 16.000/US$). Penurunan laba ini juga diiringi dengan turunnya pendapatan. Pendapatan HRUM pada tahun lalu harus turun secara persentase sebesar 22% menjadi US$ 262,59 juta atau Rp 4,2 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar US$ 336,71 juta atau Rp 5,4 triliun.

Pendapatan HRUM disokong oleh sejumlah sektor seperti penjualan batubara melalui ekspor, sewa alat berat, jalan pengangkutan dan pendapatan time, freight, dan voyage charter. Dari beberapa sektor tersebut, semuanya mengalami penurunan pendapatan hanya sewa sektor alat berat yang mencatatkan kenaikan pendapatan.

Hal yang sama juga terjadi padaPT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). DSSA merilis laporan keuangan pada Rabu (1/3), dalam laporan tersebut DSSA mencatatkan penurunan laba bersih yang secara persentase mencapai 44% menjadi US$ 50,22 juta atau setara dengan Rp 804 miliar (asumsi kurs Rp 16.000/US$). Hal ini juga diikuti dengan penurunan pendapatan sebesar 6% menjadi US$ 1,67 miliar atau setara dengan Rp 26,72 triliun.

Keduanya kompak harus mengalami penurunan laba bersih dan pendapatan sepanjang 2019 lalu. Hal ini terjadi diyakini karena pasar batubara yang tidak stabil sehingga mempengaruhi permintaan dan harga batubara yang cenderung menunjukkan tren turun. Selain itu, batubara juga masih terus dihinggapi sejumlah sentimen negatif.

Tren penurunan harga batubara nampaknya masih akan berlangsung. Bagaimana tidak, hingga awal tahun ini pergerakan harga batubara cenderung lesu. Bahkan, hingga saat ini batubara belum menemui sentimen positif fundamental untuk dapat membuat harga stabil dan beranjak naik. Kendati demikian, baik HRUM maupun DSSA berharap kinerja tahun ini dapat lebih baik dari tahun sebelumnya.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !