Detail Berita


Tiga Saham Emiten Batubara Yang Layak Dikoleksi Tahun Ini


"Coal Stockpile"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 02-04-2020

duniatambang.co.id - Lesunya harga batubara selama beberapa tahun belakangan ini berdampak pada kinerja sejumlah perusahaan batubara. Namun meski trennya mengalami penurunan dan mencatatkan rapor merah pada laporan tahunannya, bukan berarti sahamnya tidak memikat.

Seperti yang diketahui, dampak terbesar dari menurunnya tren ini adalah diakibatkan oleh adanya pandemi Corona yang mengakibatkan negara importir terganggu aktivitasnya.

Dalam kasus ini, menurut sejumlah analis, saham emiten yang memang lesu namun masih layak dan bahkan cenderung prospek untuk dimiliki yakni saham milik PT Bukit Asam Tbk dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk.

Tercatat saham PT Bukit Asam berada pada level Rp 1.485 dan saham milik PT Indo Tambangraya Megah berada di level Rp 6.025. Nilai kedua saham itu mengalami penurunan sebesar -63,06 persen untuk PT Bukit Asam dan -73,63 persen untuk PT Indo Tambangraya Megah.

Analis mengatakan alasan saham milik PT Bukit Asam sangat layak untuk diambil adalah karena memiliki potensi untuk rebound di masa mendatang, dengan valuasi yang begitu rendah. Tentunya alasan dari positifnya potensi tersebut dikarenakan kondisi pasar pada saat masih mengalami sejumlah fluktuasi.

Hal ini juga bisa dilihat pada perdagangan yang digelar kemarin (01/04), di mana saham PT Bukit Asam diperdagangkan dengan PER (Price Earning Ratio) sebesar 5,82 kali. Sementara saham PT Indo Tambangraya Megah diperdagangkan pada angka PER 5,09 kali. Belum lagi, keduanya diketahui selama ini konsisten dengan memberikan dividen yang terhitung besar, yakni 17,89 persen dan 26,62 persen yang tercatat per 19 Maret 2020.

Tak hanya saham PT Bukit Asam dan PT  Indo Tambangraya Megah saja yang layak untuk diambil sahamnya. Masih ada satu lagi yang sayang untuk dilewatkan, yakni saham milik PT Adaro Energy. Sebab, perusahaan memiliki rencana untuk melakukan peningkatan penjualan dan efisiensi operasional. Diprediksi, PT Adaro Energy bisa mendapatkan income sebesar 3,5 miliar dolar Amerika dan clean profit sebesar 410 juta dolar Amerika.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor    : Hazred Umar Fathan

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !