Detail Berita


INDY Catatkan Kerugian Hingga 18,16 Juta USD


"Coal Mining"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 02-04-2020

duniatambang.co.id - Laporan tahunan sebelumnya PT Indika Energy Tbk berhasil mencatatkan laba bersih sebesar 80,07 juta USD. Namun dari laporan catatan keuangan terakhir milik perusahaan, mengalami kerugian hingga 18,16 juta USD.

Kerugian ini dinilai karena imbas kebijakan perusahaan yang membuat pengeluaran untuk beban pokok penjualan mengalami peningkatan. Diketahui, pada tahun lalu beban pokok penjualan PT Indika Energy, meningkat sebesar 1,46 persen. Yakni berada pada angka 2,35 miliar USD.

Selama ini PT Indika Energy diketahui menjadikan pendapatan dari ekspor batubara ke luar negeri, sebagai tulang punggung perusahaan. Dilaporkan, pendapatan ekspor batubara PT Indika Energi mencapai 1,38 miliar USD, dan angka ini merupakan 49,7 persen dari seluruh pendapatan perusahaan. Sementara itu untuk penjualan batubara ke pasar dalam negeri, mencapai 513,88 USD, atau tercatat sebanyak 21 persen dari keseluruhan pendapatan milik perusahaan.

Menurut analis, berdasarkan dari catatan laporan yang ada, kondisi keuangan PT indika Energy semakin diperparah karena perusahaan mengalami kerugian yang belum terealisasi, atas hedging reserve (instrumen keuangan derivatif) dari sebelumnya sebesar 1,4 juta USD menjadi 21,75 juta USD.

Pihak analis menambahkan, kondisi keuangan perusahaan akan mengalami stuck atau malah stagnan jika terus bergantung pada ekspor batubara. Pasalnya, penurunan harga batubara ini, selaras dengan penurunan harga minyak mentah. Saat ini diketahui harga minyak mentah sudah mengalami penurunan sekitar 60 persen setiap tahunnya. Lalu batubara juga ikutan menurun sebesar 29 persen.

Sementara itu untuk awal tahun ini, harga batubara sendiri masih terlihat stabil, dengan harga sekitar 68,01 USD per metrik ton. Selain itu PT Indika Energy diketahui juga telah memulai realisasi terkait rencana diversifikasi bisnis ke komoditas selain batubara. Contoh apa yang telah dilakukan perusahaan pada rencana diversifikasi ini adalah, perusahaan melakukan pengelolaan tambang emas yang berada di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !