Detail Berita


Corona Makin Mengganas, Apa Kabar Revisi UU Minerba?


"Hammer trial"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 01-04-2020

duniatambang.co.id – Penyebaran virus corona semakin meluas di berbagai wilayah Indonesia hingga menghambat aktivitas masyarakat.  Proses kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pun juga ikut terhambat untuk melanjutkan pembahasan revisi UU Minerba.  Parlemen telah memperpanjang masa reses sehingga terjadi penundaan Rapat Paripurna untuk membuka Masa Persidangan III.

Revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 (UU Minerba) masih belum menemui benang merah. Para pengusaha menanti kepastian hukum untuk keberlangsungan usaha pertambangan yang mereka jalani.

Revisi UU Minerba termasuk program legislasi nasional (prolegnas) yang diprioritaskan yang harus dikerjakan oleh Komisi VII DPR RI, sebagaimana yang diungkapkan oleh Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto.

DPR RI akan mengadakan Rapat Paripurna, kemudian akan menggelar rapat internal, rapat bersama mitra kerja, dan melanjutkan revisi UU Minerba. Namun, agenda ini masih menyesuaikan dengan perkembangan kondisi saat ini yang tidak menentu akibat pandemik virus corona.

Saat ini, Panitia Kerja (Panja) yang terdiri dari DPR dan Pemerintah telah menuntaskan pembahasan 938 Daftar Inventaris Masalah (DIM). Materi revisi UU Minerba telah melalui tahapan sinkronisasi yang telah disusun dalam bentuk legal drafting.

Setelah itu, hasil dari Panja revisi UU Minerba akan dibawa ke rapat internal komisi VII untuk mengemukakan pandangan umum fraksi. Kemudian akan dibawa ke rapat Badan Musyawara (Bamus) DPR RI.

Di tengah virus corona, Sugeng optimis proses revisi UU Minerba akan rampung pada bulan Mei dan selambatnya pada Agustus 2020.

Namun pembahasan revisi UU Minerba ini tidaklah berjalan mulus, sempat terjadi perdebatan sengit mengenai materi izin luas wilayah pertambangan. Khususnya yang terkait dengan perpanjangan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara (PKP2B).

Pembahasan PKP2B menjadi poin sorotan dalam revisi UU Minerba. Pasalnya beberapa kontrak pemegang PKP2B raksasa generasi pertama akan segera berakhir.

 

Penulis : Mayang Sari

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !