Detail Berita


Mungkinkah Asteroid Memiliki Kandungan Mineral Yang Dapat Ditambang?


"Asteroid"
Sumber gambar: Indozone.id


Tanggal terbit: 01-04-2020

duniatambang.co.id - Energi fosil adalah sumber daya yang tidak dapat diperbaharui sehingga seiring berjalannya waktu akan habis. Berbagai solusi pun mulai dipikirkan, salah satunya adalah dengan melakukan penambangan ke ruang angkasa. Ya, melalui penambangan asteroid. Lalu apakah hal tersebut memungkinkan, dan seberapa menguntungkan dengan kandungan yang ada?

Sebelum mengulas lebih jauh, ternyata penambangan asteroid sudah dilakukan sejak dahulu kala. Memang, bukan dengan melakukan penambangan ke ruang angkasa, namun menambang asteroid yang sudah jatuh ke bumi. Sejarah mencatat, setidaknya ada 2 asteroid yang pernah ditambang di bumi ini. Yakni penambangan asteroid di Sudbury, Ontario dan asteroid Cape York yang jatuh di Greenland.

Penambangan Sudbury Ontario

Sekitar 1,8 miliar tahun yang lalu, diketahui sebuah asteroid jatuh ke bumi dan membuat kawah besar di daerah yang kini dikenal sebagai Sudbury, Ontario, Canada. Jatuhnya asteroid itu, membuat wilayah itu kini kaya akan material nikel, tembaga, platina, palladium, emas dan berbagai logam lainnya. Daerah itu pun menjadi salah satu wilayah pertambangan dengan kekayaan mineral terbesar di dunia. Selama bertahun-tahun tambang tersebut telah memberikan keuntungan rata-rata 50 miliar dolar Amerika setiap tahunnya.

Tak hanya dijadikan daerah pertambangan, saking kayanya mineral yang terkandung, membuat tanah di daerah itu sangat subur. Kemudian dijadikan sebagai pusat agrikultur untuk perkebunan buah dan sayur serta peternakan.

Meteorit Cape York

Ada lagi asteroid yang jatuh ke bumi dan kemudian diambil hasilnya untuk berbagai kebutuhan manusia. Adalah meteorit Cape York yang diketahui jatuh di daerah Greenland dan kemudian batuannya ditambang oleh suku Inuit yang mendiami wilayah itu. Mereka tidak mengetahui jika batu itu merupakan sebuah benda ruang angkasa yang kaya akan mineral. Karena kekuatannya itu, batuan tersebut dimanfaatkan sebagai senjata oleh suku Inuit.

Baru pada tahun 1894, seorang penjelajah asal Amerika yang bernama Robert Peary, mengetahui keberadaan meteorit itu. Dia pun kemudian membawa sisa batuan yang ada ke sebuah museum di New York.

Jika melihat dua kejadian di atas, asteroid memiliki kandungan mineral yang berlimpah. Sehingga akan sangat menguntungkan jika ditambang. Namun jangan terburu-buru menyimpulkan untuk melakukan penambangan di ruang angkasa. Sebab, banyak sekali asteroid yang sudah jatuh ke bumi dan sebagian besar berada di lautan.

Jadi diperlukan eksplorasi terlebih dahulu, untuk bisa menemukan asteroid-asteroid tersebut. Sementara untuk kandungan mineral yang ada pada meteorit sejauh ini mengandung mineral seperti Nikel, Besi, Kobalt, Emas, Platina, Tembaga, Perak, Aluminium, serta berbagai mineral yang kemungkinan belum ditemukan di bumi.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor    : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !