Detail Berita


Mengintip Proses Pemisahan Emas Dari Batuan Asalnya


"Gold Mining"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 01-04-2020

duniatambang.co.id - Sebelum menjadi emas murni yang utuh, pada dasarnya logam mulia itu ditambang dari sebuah batuan yang bercampur dengan kandungan mineral lainnya. Kemudian dilakukan proses pengolahan untuk memisahkan emas dari mineral lainnya.

Ada beberapa metode yang dilakukan dalam hal ini, yakni secara tradisional dan modern.

Metode Tradisional

Biasanya metode ini dilakukan oleh penambang perorangan maupun perusahaan dengan skala kecil. Tentunya, metode tradisional ini tidak memerlukan mesin-mesin khusus dalam pengoperasiannya. Metode ini cenderung lebih hemat biaya.

Adapun beberapa metode tradisional pemisahan emas adalah sebagai berikut:

1. Metode Pendulangan

Metode pendulangan adalah metode tertua dalam proses pemisahan emas. Biasanya dengan memanfaatkan kuali atau benda dengan bentuk sejenisnya, yang kemudian diisi air serta bebatuan yang kemungkinan mengandung emas. Selanjutnya kuali itu akan digoyang-goyang yang menyebabkan emas tertinggal di dasar kuali. Jadi, ukuran massa sangat berpengaruh dalam proses ini.

2. Menggunakan Merkuri

Mungkin ini adalah metode paling berbahaya, karena dampak negatif yang dihasilkan. Dengan memanfaatkan sifat merkuri yang berupa air raksa sebagai pelarut, nantinya emas bisa dengan sendirinya terpisahkan dari bebatuan lainnya. Metode ini dianggap paling mudah dan efisien, namun bisa berakibat fatal karena dapat merusak lingkungan dan membahayakan manusia yang terpapar.

Metode Modern

Mayoritas perusahaan tambang saat ini lebih memilih menggunakan metode modern dengan memanfaatkan sejumlah peralatan canggih dan juga bahan kimia yang lebih ramah.

Adapaun metode modern pemisahan emas adalah sebagai berikut.

1. Hidrometalurgi

Hidrometalurgi merupakan metode untuk mendapatkan logam emas, dengan menggunakan reaksi-reaksi kimia yang dilarutkan. Pada umumnya, metode hidrometalurgi dilakukan dalam 3 tahap yakni, tahap pelindian, tahap pemekatan dan tahap pengambilan.

Tahapannya dimulai dari melakukan pelindian (leaching) dengan melarutkan batuan mentah ke dalam larutan yang sudah dicampur dengan pereaksi kimia. Nantinya akan terpisahkan logam yang diinginkan dengan batuan lain yang dianggap sebagai pengotor.

Setelah itu, dilanjutkan dengan proses pemekatan untuk meningkatkan konsentrasi logam yang diinginkan. Terakhir, akan dilakukan proses pengambilan atau recovery pada logam yang sudah mengalami dua proses sebelumnya.

2. Pirometalurgi

Sementara itu, metode pirometalurgi akan memanfaatkan panas atau suhu tinggi dari proses pembakaran untuk memisahkan emas dengan mineral lainnya. Proses memanfaatkan reaksi-reaksi padatan, gas, serta lelehan yang dikerjakan pada sebuah furnace atau tanur.

Tahapan dalam metode Pirometalurgi dibagi menjadi 5 macam yakni :

Pengeringan - Proses untuk menghilangkan kelembaban pada batuan dan biasanya menggunakan titik didih sekitar 120 derajat celcius.

Kalsinasi - Merupakan proses dekomposisi dari panas batuan atau material, yang dilakukan dengan menggunakan tungku atau furnace.

Pemanggangan - Proses pemanasan dengan memanfaatkan hembusan udara yang berlebih terhadap batuan material yang ditambahkan sejumlah bahan kimia. Suhu yang digunakan, berada di bawah titik didih material tersebut.

Peleburan - Melakukan peleburan terhadap material dengan menggunakan suhu tinggi, lebih dari titik didih sehingga material akan meleleh.

Pemurnian - Proses untuk memindahkan material-material yang tidak diinginkan dengan memanfaatkan panas.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !