Detail Berita


Mengenal Semen Salah Satu Produk Hasil Tambang


"Limestone"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 01-04-2020

duniatambang.co.id - Pemanfaatan produk semen sangat mudah untuk kita temui dalam kehidupan sehari-hari seperti pada kegiatan konstruksi baik itu untuk pembangunan gedung hingga pembuatan jalan. Semen merupakan salah satu produk hasil tambang.

Semen merupakan produk olahan dari batu kapur atau batu gamping (limestone). Batu kapur ini merupakan salah satu komoditas tambang yang termasuk dalam Bahan Galian Industri (BGI).  Lebih jauh mengenal semen, simak penjelasan tentang semen berikut ini :

Bahan baku dalam pembuatan semen

Dalam pembuatan semen, terdapat sejumlah bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan produk semen tersebut, seperti batu kapur (Limestone), merupakan bahan utama dalam pembuatan semen, pasir silica (silica sand), pasir besi (iron sand), tanah liat, gypsum dan abu terbang (fly ash).

Proses Pembuatan Semen

1. Penyediaan bahan baku, Persiapan bahan baku baik penambangan limestone maupun clay dan menyiapkan sejumlah bahan baku lainnya

2. Pengeringan dan penggilingan bahan baku, Penggilingan bahan mentah adalah cara untuk memperkecil ukuran bahan mentah menjadi lebih kecil atau membuat luas permukaan material menjadi lebih besar. Setelah itu, material juga mengalami pengeringan dengan media pengeringanya berupa gas panas yang dapat berasal dari hot gas generator ataupun dari kiln exchaust gas.

3. Pembentukan klinker (pembakaran), Proses pembakaran meliputi pemanasan awal umpan baku di preheater (pengeringan, dehidrasi dan dekomposisi), pembakaran di kiln (klinkerisasi) dan pendinginan di Grate cooler (quenching). 

4. Penggilingan klinker, Penggilingan dilakukan agar material memiliki ukuran tertentu

5. Pengantongan semen, semen dikantongi dengan setiap 1 sak berisi 50 kg semen, kemudian dibawa ke truk untuk dipasarkan.

Jenis-jenis semen menurut Standar Nasional Indonesia (SNI)

1. Portland Cemen, merupakan jenis yang paling umum dari semen karena merupakan bahan dasar beton dan plesteran semen.

2. Super Masonry Cemen, Semen ini lebih tepat digunakan untuk konstruksi perumahan gedung, jalan dan irigasi yang struktur betonnya maksimal K225, pembuatan genteng beton, hollow brick, paving block, tegel dan bahan bangunan lainnya.

3. Oil Well Cemen (OWC), Merupakan semen khusus yang digunakan untuk pembuatan sumur minyak bumi dan gas alam dengan konstruksi sumur minyak bawah permukaan laut dan bumi.

4. Semen Putih, Digunakan untuk pekerjaan penyelesaian (finishing), sebagai filler atau pengisi.

5. Hidropobic cement, Klinker yang digiling dengan tambahan asam oleat atau asam streat.

6. Waterproofed cement, Semen ini banyak dipakai untuk konstruksi beton yang berfungsi menahan tekanan hidrostatis, misalnya tangki penyimpanan cairan kimia.

7. Semen alumina, dapat menghasilkan beton dengan kecepatan pengerasan yang cepat dan tahan terhadap serangan sulfat, asam akan tetapi tidak tahan terhadap serangan alkali.

8. Portland Pozzolan Cement, Produk ini lebih tepat digunakan untuk bangunan umum dan bangunan yang memerlukan ketahanan sulfat dan panas hidrasi sedang, seperti jembatan, jalan raya, perumahan, dermaga, beton massa, bendungan, bangunan irigasi dan fondasi pelat penuh. 

9. Portland Composite Cement, Digunakan untuk bangunan-bangunan pada umumnya dimana pengerjaannya akan lebih mudah dan menghasilkan permukaan beton atau plester yang lebih rapat dan lebih halus.

Semen menjadi salah satu produk tambang yang cukup familiar dalam kehidupan sehari-hari. Indonesia sendiri memiliki sejumlah emiten yang notabane bergerak dalam industri semen. Tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, produk semen dalam negeri juga mampu menembus pasar ekspor.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

 

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !