Detail Berita


Lima Bulan Bangsa Indonesia Menebus Freeport, Sudah Tahu Grasberg?



Jakarta- Pada tanggal 27 September 2018, akhirnya Freeport dan Indonesia menandatangani perjanjian dalam proses akuisisi Freeport dengan saham sebesar 51% dikutip dari https://www.cnbcindonesia.com (Sah! 51% Saham Freeport Kini Jadi Milik RI). Pembelian saham Freeport menuai banyak apresiasi dan juga kritik. Dibalik semua ini Grasberg mempunyai masa lalu yang tidak banyak orang yang tahu, mari kita telaah satu per satu.

Dikutip dari finance.detik.com, PT Inalum Persero melunaskan saham PT Freeport Indonesia (PTFI) pada tanggal 21 Desember 2018. Dengan ini, Indonesia memiliki 51% saham Freeport Indonesia.

Grasberg terletak pada kaki Gunung Jaya Wijaya, provinsi Papua, Indonesia dan dikatakan sebagai salah satu primadona tambang emas di dunia. Pada tahun 1936, geologist asal Belanda, Jean Jacques Dozy, memimpin sebuah ekspedisi geologi di Gunung Cartenz.

Pada ekspedisi tersebut ditemukan endapan deposit tembaga (Cu) dan emas (Au) di permukaan yang akan menjadi cikal bakal tambang terbuka Grasberg.

Pada tahun 1963, daerah Nugini Belanda berpindah adiministrasi ke Indonesia. Pada tahun 1967, dibawah pemerintahan Suharto, dibuat regulasi untuk menarik investor asing untuk berinvestasi di daerah Papua. Tahun 1988, Freeport memulai eksplorasinya di Indonesia dan melakukan produksi di tahun – tahun mendatang.

Sampai pada tanggal 21 Desember 2018, 51% saham Freeport lunas dibeli oleh Indonesia dengan produksi open pit dan underground pit Freeport yang masih berjalan.

Tidaklah mudah bagi bangsa Indonesia untuk menebus Grasberg. Proses negosiasi yang alot dimulai semenjak awal pemerintahan Jokowi-JK.

Dikutip dari cnbcindonesia.com, secara garis besar isi perjanjian pemerintah dengan Freeport bahwa pemerinthan akan memberikan perpanjangan operasi selama 20 tahun kepada Freeport dan akuisisi tunai sebesar US$ 3,58 Miliar, jika Freeport melepas 51% saham kepada PT Inalum. Selain itu, pembangunan smelter juga diharuskan oleh pemerintahan dengan waktu sampai Januari 2022.

Grasberg sendiri merupakan hasil dari subduksi antara lempeng Indo-Australia dan Pasifik. Terbentuklah Main Grasberg Stock yang dalam sekian tahun silam menjadi keran uang untuk Freeport. Grasberg mempunyai rata – rata produksi 1,5 % Cu dan 2 g/Ton Au.  

Grasberg memiliki empat sektor produksi yaitu open pit, Deep Ore Zone Underground Mine, Big Gossan Underground Mine, dan Deep Mill Level yang masih dalam tahap pengembangan. Diperkirakan Grasberg masih mempunyai cadangan kurang lebih 30 tahun lagi.

(FPL)