Detail Berita


Mengenal Single Market, Solusi Menggairahkan Kembali Harga Timah


"Tambang Timah"
Sumber gambar: pelantar.id


Tanggal terbit: 30-03-2020

duniatambang.co.id - Harga komoditas timah tahun 2020 dilaporkan terus mengalami penurunan hingga sebanyak 5.000 Dolar Amerika per metrik ton dibandingkan pada tahun sebelumnya. Harga timah diketahui berada di bawah angka 15.000 Dolar Amerika per metrik ton saat ini. Pengamat Ekonomi, Rizal Calvary Marimbo memberikan pandangannya terhadap tren melemahnya harga timah ini.

Menurutnya, harga timah ini perlu untuk digairahkan kembali, karena memiliki potensi yang cukup bagus. Sebab, dari melemahnya harga timah tersebut, membuat negara kehilangan potensi devisa yang cukup besar, yakni mencapai Rp 5,6 triliun. Menurutnya, solusi kebijakan yang perlu diambil untuk mengatasi tren ini adalah dengan menerapkan opsi Single Market.

Kebijakan saat ini menurutnya menghasilkan benchmark yang terlalu besar, sementara pada secondary market, harganya sangat jauh berbeda. Oleh karenanya, harga timah menjadi jeblok. Dari laporan yang ada, secondary market perdagangan timah Indonesia di Singapura mengalami peningkatan yang sangat tajam, mencapai 100 persen.

Pengertian Tentang Single Market

Lalu seperti apa opsi Single Market yang dimaksud tersebut? Berikut ini penjelasannya.

Jika dilihat dalam kamus bisnis, Single Market merupakan salah satu dari jenis blok perdagangan, yang teknisnya menghilangkan sejumlah batasan perdagangan pada suatu negara. Tujuannya adalah untuk mempermudah arus dan pergerakan modal, barang, tenaga kerja, serta jasa transportasi antar negara yang melakukan kerjasama.

Setiap negara yang berada dalam kelompok Single Market itu tentunya harus taat pada peraturan yang sudah ditetapkan. Meski aturan tersebut sangat mengikat, akan tetapi lebih fleksibel dan bersifat memudahkan untuk melakukan perluasan perdagangan antar negara anggota yang bergabung. Sementara, untuk negara yang tidak tergabung dalam kelompok, tentu akan banyak sekali hambatan yang harus dihadapi.

Saat ini yang terkenal dengan penerapan Single Market adalah negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa. Meski demikian, negara-negara Asia juga memiliki kelompok Single Market sendiri. Perbedaan dalam kedua kelompok itu adalah, pada Uni Eropa lebih banyak batasan yang dihilangkan, sehingga arus perdagangannya jauh lebih lancar dan pergerakannya lebih leluasa.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor    : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !