Detail Berita


Teknik Pengukuran Kualitas Batubara


"Coal Stockpile"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 27-03-2020

duniatambang.co.id - Geliat komoditas batubara setelah Cina berhasil recovery dari wabah Virus Corona mulai memberikan secercah harapan. Pasalnya, harga batubara kembali naik perlahan namun pasti.

Harga batubara ditentukan sejumlah faktor eksternal dan juga internal dan salah satu dari faktor internal yakni kualitas dari batubara itu sendiri. Ada sejumlah teknik yang umum dilakukan untuk mengetahui seberapa baik kualitas batubara tersebut. Berikut ini ulasannya.

Coal Size

Ukuran menjadi teknik yang bisa dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap batubara. Parameternya adalah dari ukuran rentang butir halus batubara, yang biasa disebut dust coal atau pulverised coal, serta dilihat dari butiran kasar atau yang biasa disebut lump coal. Untuk ukuran butiran halus adalah maksimal sebesar 3 milimeter dan untuk butiran kasarnya sebesar 50 milimeter.

Kadar Kelembaban

Kelembaban batubara dibagi menjadi dua jenis yakni, free moisture dan inherent moisture yang jika dijumlahkan akan menjadi total moisture. Hal ini akan sangat berpengaruh pada pemakaian udara primer yang dibutuhkan. Jika batubara memiliki kelembaban yang cukup tinggi, maka dibutuhkan udara primer yang banyak pula untuk mengeringkannya.

Tingkat Ketergerusan

Bahasa latinnya, Hardgrove Grindability Index ini sangat berpengaruh pada kerja pulveriser. Jika nilainya rendah, maka kapasitas harus menyesuaikan nilai tersebut dengan dioperasikan secara rendah. Hal diatur untuk menentukan tingkat kehalusan yang sesuai.

Kadar Kalori

Kadar kalori atau Calorific Value bisa dijadikan tolak ukur kualitas batubara karena sangat berpengaruh pada peralatan pengolahan batubara. Tinggi kadar kalori yang digunakan pada saat pengolahan, akan membuat aliran batubara semakin rendah, dan kemudian diperlukan penyesuaian pada coal feeder.

Sementara itu, operating ratio pada pulveriser juga akan menjadi rendah, tergantung dari kadar kelembaban dan tingkat ketergerusan batubara.

Kadar Sulfur

Dalam batubara kandungan sulfur dibagi dalam tiga jenis yakni, organic sulfur, sulfate sulfur dan pyritic sulfur. Akan tetapi pada umumnya, ukuran kandungan sulfur pada batubara diukur dalam satuan Total Sulfur. Kandungan sulfur yang ada pada batubara, nantinya akan berpengaruh pada tingkat korosi elemen pemanas udara.

Kadar Abu

Saat proses pembakaran, kadar abu ini akan terbawa melalui ruang bakar dan bagian konversi yang berwujud abu terbang yang diketahui jumlahnya sebesar 80 persen, sementara abu dasar sebesar 20 persen. Secara umum, kadar abu ini akan mempengaruhi tingkat keausan pada peralatan, korosi dan kekotorannya.

Kadar Karbon

Besarnya kandungan karbon pada batubara bisa diukur dengan rumus pengurangan jumlah 100 dengan kadar kelembaban, kadar abu dan kadar zat terbang yang ada. Nantinya, kadar karbon dan zat terbang ini akan digunakan untuk menentukan fuel ratio yang dibutuhkan.

Zat Terbang

Pembakaran dan intensitas api yang digunakan, sangat bergantung pada kandungan zat terbang atau Volatile Meter. Jumlahnya diukur berdasarkan rasio antara kadar karbon dengan zat terbang yang kemudian diberi nama fuel ratio.

Untuk menentukan kadar-kadar di atas pada batubara, tentu dibutuhkan analisa pada laboratorium, untuk kemudian dilakukan proses pengolahan secara terukur untuk menghasilkan batubara dengan kualitas yang tinggi.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor    : Hazred Umar Fathan

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !