Detail Berita


Efek Corona, Smelter Timbal dan Seng Milik ZINC Jadi Molor


"Smelter"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 26-03-2020

duniatambang.co.id - PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) merupakan salah satu perusahaan tambang mineral yang saat ini tengah menggarap sejumlah proyek smelter. Proyek smelter yang saat ini digarap oleh ZINC yaitu smelter timbal dan smelter seng. Kedua smelter milik ZINC tersebut berlokasi di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Smelter timbal milik ZINC ini merupakan smelter timbal pertama yang ada di Indonesia yang berkapasitas 20.000 ton bullion per tahun. Menurut jadwal, smelter timbal ini akan memasuki tahap commissioning pada bulan Maret 2020.

Namun, dikarenakan kondisi yang tidak memungkinkan sebagai dampak dari penyebaran wabah corona di Indonesia yang kian masif dan adanya kebijakan social distancing dan isolasi membuat ZINC harus menunda tahap commissioning tersebut hingga keadaan menjadi lebih kondusif.

Ketika nantinya tahap commissioning sudah dilakukan, maka selanjutnya ZINC akan melakukan uji coba produksi dan peresmian sebelum akhinya akan digunakan untuk proses produksi secara komersial. Bukan hanya smelter timbal yang harus tertunda, smelter seng milik ZINC juga harus sedikit terhambat.

Awalnya ZINC menargetkan pengerjaan smelter ini dapat mencapai 63% pada akhir bulan Maret ini. Namun, jika kondisi masih belum kondusif ditengah wabah corona ini maka ZINC diproyeksikan akan mengurangi intensitas pengerjaan fisik smelter seng ini. Smelter seng tersebut memiliki kapasitas 30.000 ingot per tahun. Untuk membangun smelter seng, ZINC harus merogoh kocek US$ 30 juta dan diproyeksikan dapat beroperasi pada akhir tahun 2021 mendatang.

Kendati demikian, meski proyek smelter sedikit terhambat virus corona, namun dari segi produksi dan penjualan ZINC mengaku belum terdampak signifikan. Sebagai informasi, tahun ini ZINC menargetkan dapat memproduksi ore sebesar 600.000 ton dengan pendapatan dari penjualan konsentrat timbal dan seng diproyeksikan dapat mencapai US$ 80 juta-US$ 85 juta.

ZINC mengaku kegiatan penjualan terutama ekspor ore masih berjalan normal mengingat ZINC sudah mengamankan kontrak penjualan hingga bulan Juni 2020 nanti. Namun, ZINC tetap memperhatikan perkembangan situasi penyebaran virus corona ini dan berkomitmen untuk menerapkan protokol keamanan dan kesehatan yang ketat dengan cara memberlakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh kapal dan tongkang.

ZINC berharap wabah ini segera dapat teratasi dan semua rencana bisnis pada tahun ini dapat berjalan sebagaimana mestinya.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !