Detail Berita


Saham Perusahaan Tambang Ramai-Ramai Merosot Tajam Tahun Ini


"Ilustrasi pergerakan nilai saham"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 24-03-2020

duniatambang.co.id - Tercatat hampir seluruh saham perusahaan tambang pada awal tahun ini mengalami kemerosotan nilai yang cukup tajam. Para pemegang saham harus berada dalam keadaan was-was karena pasar yang benar-benar bergejolak akibat wabah Virus Corona. Tren penurunan nilai saham ini terus terjadi sejak awal tahun, di mana wabah mulai menyerang Cina yang dianggap sebagai perekonomian besar dunia.

Tercatat ada sekitar sejumlah saham perusahaan tambang yang mencatatkan rapor merah dengan kinerja paling buruk. Dari beberapa saham perusahaan tambang itu, yang mengalami kemerosotan paling tajam adalah milik PT Perusahaan Gas Negara Persero (PGAS). Tercatat nilai saham perusahaan itu turun sangat drastis sebesar 72 persen dari Januari hingga Maret. Awalnya, nilai saham perusahaan milik BUMN itu berada di angka 2500, namun terus merosot hingga berada di angka 695.

Sementara itu, saham milik PT Adaro Energy Tbk yang dinahkodai oleh salah satu orang yang masuk daftar terkaya di Indonesia, Garibaldi Thohir, juga mengalami kemerosotan sangat tajam. Tercatat perusahaan ini mengalami penurunan nilai saham sebesar 51 persen. Sebelumnya berada di level 1500 menjadi 745.

Berikut ini daftar sejumlah perusahaan tambang dengan penurunan nilai saham paling buruk, sebagai dampak dari wabah Virus Corona.

MEDC

Saham milik PT Medco Energi Internasional Tbk ini mengalami penurunan sebesar 63 persen. Sebelumnya berada di level 900 dan harus turun hingga level 328. Tak tinggal diam, perusahaan pun berinisiatif mengambil langkah buyback, dengan menyiapkan dana sebesar Rp 441 miliar.

INDY

Saham milik PT Indika Energy Tbk juga merosot cukup tajam sebesar 59 persen, dari level 1200 turun menjadi level 486. Faktor utama turunnya harga saham INDY ini diakibatkan kebijakan Cina yang menyetop impor batubara, sehingga berimbas pada kinerja perusahaan.

ANTM

Tak terkecuali saham milik PT Aneka Tambang juga ikut merosot cukup signifikan. Nilai saham ANTM turun sebesar 58 persen, dari angka 900 menjadi berada di angka 374. Sejumlah pihak menilai, saham milik PT Antam saat ini dianggap tak lagi menarik, sebagai pilihan jangka panjang. Salah satu faktornya adalah karena kinerja manajemen yang buruk. Apa yang dicanangkan perusahaan, dinilai tidak sejalan dengan fakta yang ada di lapangan.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !