Detail Berita


Wah Pengajuan Revisi Rencana Kerja (RKAB) Bagi Perusahaan Tambang Lebih Fleksibel


"Mining Activity"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 24-03-2020

duniatambang.co.id - Perusahaan pertambangan mineral dan batubara (minerba) kini mendapat kabar gembira ketika pemerintah melalui Kementrian ESDM memutuskan bahwa perusahaan tambang dapat lebih fleksibel dalam mengajukan perubahan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Sebagai informasi, sebelumnya pengajuan revisi RKAB diatur dalam beleid Permen ESDM Nomor 11 Tahun 2018. Dalam pasal 88 tertuang bahwa revisi RKAB dapat diajukan satu kali pada tahun berjalan apabila terjadi perubahan tingkat kapasitas produksi. Namun kini, beleid tersebut direvisi dengan diterbitkannya Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 7 Tahun 2020 tentang tata cara pemberian wilayah, perizinan dan pelaporan pada kegiatan usaha pertambangan minerba.

Dalam beleid terbaru ini, pengajuan revisi RKAB tidak hanya terbatas mengenai perubahan kapasitas produksi. Selain itu, dalam beleid terbaru perusahaan tambang pemegang izin usaha dapat mengajukan revisi RKAB dengan menyampaikan laporan periode triwulan pertama atau paling lambat 31 Juli di tahun berjalan, tidak perlu menunggu laporan satu semester.

Kendati demikian, dalam Permen ESDM 7/2020 ini pengajuan revisi RKAB masih diberlakukan untuk satu kali saja. Kecuali dalam keadaan kahar, keadaan yang menghalangi atau kondisi daya dukung lingkungan, perubahan RKAB tahunan dapat diajukan lebih dari sekali.

Perubahan beleid ini dilakukan pemerintah yang dalam hal ini kementrian ESDM dengan mempertimbangkan kondisi global yang saat ini sangat dinamis. Terlebih lagi, dunia kini masih disibukkan dengan penanganan wabah virus corona yang diproyeksikan mampu menimbulkan dampak perlambatan ekonomi. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah berharap dengan adanya beleid baru ini dapat membuat industri di sektor pertambangan dapat bertahan ditengah perlambatan pasar.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia dan Ketua Indonesia Mining Institute (IMI) Irwandy Arief meyambut baik kebijakan ini. Keduanya berharap hal ini mampu berdampak baik bagi sektor pertambangan Indonesia dan menjadi stimulus bagi dunia tambang dalam menghadapi dinamisnya pergerakan pasar global.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !