Detail Berita


Pengaplikasian Batu Bara sebagai Pupuk dan Bahan Bakar Gas



Tanggal terbit: 18-04-2019

Jakarta – Batu bara identik dengan bongkahan hitam yang membuat hitam jelaga. Tetapi tahukah anda kalau batu bara dapat diubah menjadi bentuk cair dan gas? Dengan perkembangan teknologi batu bara dapat diubah dapat menjadi Dimethyl Eter (DME) dan pupuk urea? Mari kita simak lebih lanjut.

Pengaplikasian DME dapat digunakan sebagai bahan bakar berbasis gas. Dikutip dari cnbcindonesia.com, keberadaan teknologi untuk mengkonversikan batu bara menjadi DME dapat membuat LPG (Liquid Petroleum Gas) ditinggalkan dikarenakan faktor biaya yang lebih murah dibandingkan proses lifting minyak dan gas bumi. Impor LPG dapat dikurangi dan dengan melimpahnya batu bara di Indonesia, DME dapat mengehemat pengeluaran negara untuk impor. Dikutip dari alinea.id, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, menjelaskan bahwa Indonesia mengimpor LPG sekitar 4,5-4,7 juta ton. Keberadaan DME sebagai pengganti LPG dapat menghemat pengeluaran negara.

Berdasarkan Handbook of Energy & Economic Statistics of Indonesia, pada tahun 2016 kebutuhan urea di dunia meningkat 3% menjadi 111 megaton. Selain itu, diprediksikan juga pada tahun 2020/2021, kebutuhan urea meningkat sampai dengan 200 megaton. Hal ini merupakan peluang bagi Indonesia dalam bisnis urea dari proses gasifikasi batu bara.

Gasifikasi merupakan proses pemisahan pengubahan batu bara muda menjadi bentuk syngas yang merupakan bahan pokok dari urea dan DME. Melalui proses petrokimia, syngas akan menjadi produk – produk tersebut. Proses gasifikasi ini menggunakan batu bara tingkat rendah (Low Rank) yang akan dipanaskan pada suhu 900 derajat celcius.

Dilansir dari cnbcindonesia.com, PT Bukit Asam Tbk merencanakan pembangunan empat sektor komplek pabrik gasifikasi batu bara yang diproyeksikan akan siap pada November 2022. Komplek pabrik gasifikasi baru bara ini meliputi pabrik coal to syngas, syngas to urea, syngas to DME, dan syngas to polypropylene. 

Pembuatan empat komplek gasifikasi batu bara ini merupakan salah satu perkembangan dari program hilirisasi batu bara yang dicanangkan oleh PT Bukit Asam Tbk, PT Pertamina (Persero) dan Air Products.

Selain faktor ekonomis dan bisnisnya, gasifikasi dapat mengubah perspektif orang mengenai batu bara yang identik dengan bahan bakar yang kotor. Dengan adanya DME yang berbasis gas, batu bara dapat memiliki wajah baru di dunia khususnya di lingkungan.

Dalam perkembangannya, proses gasifikasi di Indonesia memiliki peluang – peluang bisnis lain selain bisnis batu bara yang umumnya identik urusannya dengan PLTU. Peluang – peluang bisnis ini dapat menjadi celah bagi Indonesia untuk meningkatkan bisnis batu bara ke tingkat yang lebih lanjut.

(FPL)

 

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !