Detail Berita


Pandemi Corona Ancam Produksi dan Penjualan Nikel


"Penambangan nikel"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 24-03-2020

duniatambang.co.id - Virus corona kini sudah menjadi pandemi hampir diseluruh penjuru dunia. Bahkan jumlah korban terinfeksi virus ini kian bertambah tiap harinya. Kondisi ini menjadi ancaman bagi sejumlah komoditas salah satunya adalah komoditas di sektor pertambangan. Nikel sebagai salah satu komoditas tambang kini ikut merasakan tekanan dari adanya penyebaran virus corona yang kian masif.

Produksi dan penjualan nikel baik berupa ore atau bijih maupun produk olahan nikel terancam akan tergerus. Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambangan Nikel Indonesia (APNI) Meidy Katrin Lengkey mengatakan bahwa kondisi saat ini membuat sejumlah penambang menahan produksinya.

Penahanan produksi ini dilakukan untuk bijih nikel dan nikel olahan. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian Indonesia (AP3I) Prihadi Santoso mengatakan bahwa produksi Feronikel (FeNi) maupun Nikel Pig Iron (NPI) yang diolah di smelter dalam negeri turut mengalami penurunan

Menahan aktivitas produksi menjadi salah satu opsi yang banyak dipilih pengusaha sejalan dengan turunnya permintaan nikel dari smelter domestik. Ditambah lagi, kondisi saat ini yang sudah diberlakukan pembatasan ekspor nikel per 1 Januari 2020 lalu membuat market nikel makin tertekan.

Selain itu dalam menghadapi pandemi corona ini, pengusaha smelter juga memilih mengurangi kegiatan produksinya. Apalagi permintaan terhadap FeNi dan NPI tergerus. Sebagai informasi FeNi dan NPI selama ini banyak di ekspor ke China. Umumnya nikel sendiri dominan di ekspor ke China, Uni Eropa, Amerika Serikat dan Rusia. Adanya wabah corona ini membuat permintaan nikel dari sejumlah Negara tersebut turun.

Mempertimbangkan kondisi saat ini, pengusaha nikel memang sedikit mengerem aktivitas produksi terlebih beleid tata niaga dan harga nikel domestik masih belum ketuk palu. Hal ini juga membuat para pengusaha nikel menunggu saat dimana harga nikel dapat lebih bersahabat dan menguntungkan bagi penambang dan pengusaha smelter.

Sebagai informasi, melansir data dari Kementrian ESDM target produksi olahan nikel (FeNI dan NPI) dapat mencapai 2,02 juta ton. Sedangkan untuk nikel matte sebesar 78.000 ton pada tahun 2020 ini.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !