Detail Berita


Tak Terganggu Pandemi, BUMI Catatkan Kenaikan Produk dan Penjualan Batubara


"Coal Mining Activity"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 23-03-2020

duniatambang.co.id - Emiten batubara terbesar PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada laporan per 2019 ini mencatatkan total produksi yang mencapai 87 juta ton. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 5 persen, jika dibandingkan dengan total produksi tahun 2018 lalu, yang mencatatkan nilai produksi sebesar 83 juta ton.

Peningkatan jumlah produksi tersebut mendongkrak jumlah penjualan perusahaan sebesar 7 persen. Pada tahun lalu jumlah penjualan yang dilakukan BUMI sebesar 81 juta ton, dengan jumlah produksi saat itu 83 juta ton.

Sekretaris Bumi Resources, Dileep Srivastava menjelaskan bahwa angka tersebut sudah memenuhi dari target yang diekspektasikan oleh perusahaan, pada awal tahun lalu. Pihak perusahaan tetap optimis, meski pada saat itu banyak tantangan pada sektor batubara yang harus dihadapi oleh perusahaan.

Sementara itu pihaknya menjelaskan bahwa perusahaan akan melakukan peninjauan kembali target yang akan dicapai untuk tahun ini. Kemungkinan peninjauan kembali tersebut bisa dilaksanakan pada bulan April mendatang. Saat ini perusahaan masih menunggu hasil audit, untuk melihat hasil kinerja keuangan perusahaan untuk tahun 2019.

Dari laporan perusahaan pada periode Januari-Februari tahun 2020 ini sendiri, tercatat ada kenaikan penjualan sebanyak 14,3 juta ton, atau sekitar 9 persen jika dibandingkan pada catatan penjualan di periode yang sama pada 2019 lalu sebesar 13,1 juta ton. Sedangkan untuk penjualan para bulan Maret ini, perusahaan memprediksi jumlah penjualan tidak akan banyak berbeda dengan periode sebelumnya.

Pihaknya menambahkan, selama ini biaya perusahaan mengeluarkan biaya rata-rata 20-30 persen dari total pengeluaran untuk biaya bahan bakar. Jika bisa mengurangi jumlah biaya untuk bahan bakar itu dengan melakukan impor, tentunya biaya yang dikeluarkan bisa sedikit terpangkas.

BUMI selama ini mengandalkan pasar ekspor sebagai sumber pendapatan terbesar mereka. Diketahui jumlah 70 persen pendapatan perusahaan berasal dari ekspor. Oleh karenanya mereka berharap pada RUU Omnibus Law yang diusulkan pemerintah, sehingga bisa mendapatkan insentif royalti batubara sebesar 0 persen.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !