Detail Berita


Genjot Cadangan Batubara, Pemerintah Wajibkan Perusahaan Lakukan Eksplorasi


"Kegiatan Pertambangan Emas"
Sumber gambar: Asiatoday.id


Tanggal terbit: 16-03-2020

duniatambang.co.id - Pemerintah Indonesia akan terus menekankan kepada perusahaan pertambangan batubara yang baru beroperasi untuk melaksanakan kegiatan eksplorasi. Hal ini dilakukan agar tidak tergantung pada perusahaan pertambangan yang sudah ada.

Saat ini jumlah cadangan terbukti batubara di Indonesia hanya sekitar 3,5 persen dari cadangan terbukti batubara dunia. Dengan nilai cadangan sebesar itu, Indonesia kini tak lagi menjadi negara dengan cadangan batubara dan mineral terbesar, dibandingkan Amerika, China, India dan Australia.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bambang Gatot Ariyono mengatakan, setiap perusahaan tambang akan diwajibkan menyediakan anggaran untuk biaya eksplorasi, meski saat ini belum ada aturannya dalam regulasi.

Pihaknya juga mengatakan, meski besarnya budget anggaran itu juga belum ditentukan dalam kebijakan, nantinya akan dimasukkan dalam Revisi UU Minerba. Namun yang pasti, jumlahnya harus mencukupi cakupan dan kapasitas area masing-masing.

Selama ini ada sejumlah hambatan yang menyebabkan rendahnya cadangan terbukti batubara Indonesia, dan salah satunya adalah minimnya eksplorasi yang dilakukan perusahaan pertambangan. Setelah melakukan berbagai evaluasi, pihaknya mengaku telah menemukan beberapa solusi yang bisa mengatasi kendala tersebut.

Solusi yang diberikan Kementerian ESDM yakni melakukan sinkronisasi bersama sektor lain di ruang lingkup yang sama, mengeluarkan perintah kewajiban kegiatan eksplorasi setiap tahun dan menyediakan anggaran yang dibutuhkan, serta melakukan perjanjian kerjasama dengan pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Dengan adanya peraturan kewajiban eksplorasi ini, pihak Kementerian ESDM berharap adanya kenaikan investasi eksplorasi seperti Junior Company pada tahun 1997-1998. Penugasan kewajiban ini akan berlaku baik pada perusahaan BUMN maupun perusahaan swasta.

Meski demikian, dari data yang dimiliki Kementerian ESDM, nilai investasi eksplorasi di bidang mineral dan batubara (Minerba) dari tahun 2015 sampai tahun 2020 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Nilainya naik dari 174,24 USD juta menjadi 271,09 juta USD.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor    : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !