Detail Berita


Freeport dan Amman Mineral Tunggu Rekomendasi Ekspor Baru Terbit


"Underground Mining"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 12-03-2020

duniatambang.co.id - PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dua emiten tambang raksasa ini tengah menunggu Surat Persetujuan Ekspor (SPE) konsentrat tembaga yang baru.

Sebagai informasi, kegiatan ekspor konsentrat tembaga harus dilakukan setelah mendapatkan surat rekomendasi atau SPE dari ESDM. Masa rekomendasi ekspor konsentrat tembaga milik PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) berakhir pada 8 Maret 2020 lalu.

Surat Persetujuan Ekspor (SPE) untuk PT Freeport Indonesia (PTFI) terbit pada 8 Maret 2019 dengan masa berlaku selama 1 tahun. Dalam SPE tersebut, Freeport resmi diberikan rekomendasi ekspor untuk konsentrat tembaga oleh ESDM sebesar 198.282 wet metric ton (wmt).

Namun dalam perjalanan waktu, Freeport mengajukan pertambahan kuota ekspor kepada Kementrian ESDM. Pada September 2019, Freeport resmi mengantongi rekomendasi ekspor konsentrat tembaga sebesar 500.000 wmt.

Senada dengan Freeport, SPE konsentrat tembaga milik Amman Mineral terbit pada 8 Maret 2019 dan berlaku selama 1 tahun. Saat itu, Amman Mineral mendapatkan rekomendasi kuota ekspor konsentrat tembaga sebesar 336.100 wmt. Karena berakhirnya masa berlaku SPE Freeport dan Amman Mineral, Keduanya sudah resmi mengajukan SPE yang baru untuk kuota ekspor selama satu tahun mendatang.

Kendati SPE keduanya sudah berakhir pada 8 Maret 2020 lalu, hingga saat ini SPE yang baru belum dapat terbit. Melihat kondisi ini, keduanya kompak mengatakan bahwa hal tersebut belum mengganggu kegiatan ekspor. Lantaran keduanya memang belum menentukan jadwal pengiriman ekspor dalam waktu dekat.

Pihak ESDM sendiri mengatakan bahwa pengajuan SPE keduanya sedang memasuki tahap pengecekan kelengkapan administrasi dan evaluasi. Sebagai tambahan informasi dalam menerbitkan SPE dan memberikan kuota ekspor, ESDM memiliki sejumlah pertimbangan seperti cadangan mineral yang bisa ditambang, kapasitas input produksi, pabrik pengolahan termasuk di dalamnya progress pembangunan smelter, serta kesesuaian volume berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

PT Freeport sendiri memiliki sejumlah destinasi ekspor konsentrat tembaga ke berbagai Negara seperti seperti Jepang, Korea, Filipina, India dan China. Tidak jauh berbeda dengan Freeport, Amman mineral juga memiliki sejumlah market ekspor antara lain Jepang, Korea Selatan, dan Filipina. Keduanya berencana meminta kenaikan kuota ekspor pada tahun ini. Namun, Keduanya kompak belum dapat menyebutkan besaran angka yang diajukan.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !