Loading...
image

"Metal Industry"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 11 March 2020 / 0 Komentar

International Corona Logam 

Sentimen Virus Corona di China Berangsur Membaik, Logam Industri Beranjak Naik

duniatambang.co.id - Merebaknya wabah virus corona di negeri tirai bambu hingga ke berbagai negara di dunia membuat harga sejumlah komoditas bergejolak. Bagaimana tidak, wabah virus corona ini sempat membuat kepanikan di seluruh dunia yang juga berimbas kepada kekhawatiran pelaku pasar. Sejumlah analis pun cenderung melihat terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi di dunia akibat mengganasnya isu terkait virus corona ini.

Beberapa pekan lalu, sejumlah logam industri pun harus menelan pil pahit dikarenakan cenderung terus mengalami penurunan harga. Melansir data dari Bloomberg, pada Kamis (27/2) harga timah untuk pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) tercatat tergerus sebesar 2% ke level US$ 16.345 per ton. Sedangkan untuk harga nikel pengiriman tiga bulan di LME menyentuh level US$ 12.375 per ons troi, angka tersebut merupakan level terendah sejak akhir 28 Agustus 2019.

Namun, kasus wabah virus corona mulai berangsur membaik di negeri tirai bambu. Bahkan kasus virus corona di China pun menunjukkan penurunan. Selain itu, Presiden China Xi Jinping akhirnya melakukan kunjungan pertamanya ke pusat wabah di Wuhan. Hal ini diyakini sejumlah analis menjadi sentimen positif bagi sejumlah logam industri dikarenakan memunculkan harapan akan kembali bergairahnya permintaan logam industri di negeri tirai bambu tersebut ketika wabah virus corona perlahan dapat dikendalikan.

Sentimen positif ini juga tergambar dari harga logam industri yang beranjak naik pada Selasa (10/3). Melansir data Reuters pukul 14.00 WIB kemarin, harga nikel kontrak pengiriman tiga bulanan di London Metal Exchange (LME) secara persentase naik sebesar 2,7% menjadi US$ 12.985 per metrik ton. Tidak hanya di LME, harga nikel juga mengalami kenaikan di perdagangan Shanghai Futures Exchange (ShFE) yang secara persentase naik sebesar 4,3% menjadi 104.000 yuan atau US$ 15.002,67 per metrik ton.

Sejalan dengan nikel, harga tembaga dan seng pun mulai beranjak naik. Harga tembaga kontrak tiga bulanan di LME secara persentase naik 1,9% menjadi US$ 5,638 per metrik ton. Harga tembaga di ShFE pun tercatat naik sebesar 2% menjadi 44.430 yuan per ton. Sedangkan untuk harga seng kontrak tiga bulanan di LME tercatat naik secara persentase sebesar 2,1% menjadi US$ 2,019,50 per ton. Selain itu, harga seng juga turut melonjak di perdagangan ShFE sebesar 3,9% menjadi 16.010 yuan per ton.

Hal ini, menimbulkan secercah harapan bagi logam industri untuk dapat berangsur kembali membaik. Pelaku pasar pun berharap wabah virus corona ini dapat segera membaik sehingga harga komoditas dapat kembali stabil.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar