Detail Berita


PTBA Bukukan Laba Positif Sebesar 4 Triliun Rupiah Tahun 2019


"Coal Mining"
Sumber gambar: Dokumen PTBA


Tanggal terbit: 09-03-2020

duniatambang.co.idPT Bukit Asam Tbk (PTBA) adalah emiten pelat merah yang tetap mencatatkan kinerja positif meski di tengah lesunya harga batubara. Laba bersih PTBA tercatat sebesar Rp4,1 Triliun dengan EBITDA 6,4 Triliun.

Pencapaian laba PTBA pada tahun 2019 didukung oleh kinerja operasional yang meningkat dari tahun sebelumnya. Produksi batubara perseroan pada tahun 2019 mengalami kenaikan 10,2% dari tahun sebelumnya menjadi 29,1 juta ton. Sementara kapasitas angkutan batubara mengalami kenaikan 7% menjadi 24,2 juta ton dari tahun sebelumnya.

Dengan kinerja operasional yang positif mendorong peningkatan penjualan batubara. Selama tahun 2019, perseroan berhasil menjual batubara sebesar 27,8 juta ton atau naik 13% dari tahun 2018 yang dijual ke pasar potensial seperti Jepang, Hongkong, Vietnam, Taiwan dan lain-lain.

Dari sisi pendapatan, persereon berhasil mencatatkan Rp21,8 Triliun atau naik 3% dari tahun sebelumnya yang hanya di angka Rp21,2 Triliun. Pendapatan tersebut bersumber dari pendapatan penjualan batubara domestik 57% , penjualan batubara ekspor 41%, dan aktivitas lainnya 2%.

Sementara aset perseroan per 31 Desember 2019 mencapai Rp26,1 Triliun dengan komposisi terbesar pada aset tetap sebesar 28% dan aset setara sebesar 18%.

Kinerja menggembirakan PTBA ini tidak luput dari penerapan strategi yang tepat dan upaya efisiensi yang dilakukan perseroan.

Perseroan pun telah menyusun strategi untuk tahun 2020 yaitu berupaya untuk meningkatkan target produksi, angkutan kereta api, dan penjualan. Perseroan merencanakan produksi batubara tahun 2020 sebesar 30,3 juta ton, target angkutan menjadi 27,5 juta ton dan angkutan kereta api sebesar 24,7 juta ton.

Perseroan pun akan merencanakan optimalisasi angkutan batubara yang bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia. Perseroan juga akan menganggarkan investasi sebesar Rp4 Triliun yang terdiri dari Rp200 Miliar untuk investasi rutin dan sisanya Rp 3,8 Triliun untuk investasi pengembangan.

Saat ini perseroan tengah menggarap beberapa proyek pengembangan berupa proyek gasifikasi, PLTU Mulut Tambang Sumsel 8, Rooftop Solar Photovoltaic Angkasa Pura II 241 Kwp, dan proyek angkutan batubara.

 

Penulis : Mayang Sari

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !