Detail Berita


PT TRAM Tepis Isu Pengelolaan Tambang Dialihkan ke PTBA


"Coal"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 06-03-2020

duniatambang.co.id - Kabar disitanya aset tambang batubara milik Heru Hidayat, tersangka kasus korupsi Jiwasraya, pihak PT Trada Alam Minera (TRAM) memberikan bantahan. Pihak TRAM membantah jika tambang batubara itu sudah diambil alih BUMN, untuk kemudian dikelola oleh PT Bukit Asam. Menurut pihaknya, hingga detik ini PT Gunung Bara Utama masih mengelola tambang batubara itu.

Pernyataan ini disampaikan secara langsung oleh Direktur Utama PT TRAM, Subianto Hidayat bersama dua direksi lainnya, yang juga membubuhkan tanda tangannya dalam pernyataan tersebut. Subianto menjelaskan tentang permasalahan yang terjadi pada pengelolaan tambang batubara itu di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin (03/03).

Pihak manajemen PT TRAM, saat ini masih belum melakukan upaya hukum terkait putusan penyitaan oleh Kejagung dan pengalihan operasional tambang batu bara milik PT Gunung Bara Utama kepada PT Bukit Asam. Pihaknya akan menunggu terlebih dahulu adanya kejelasan dari kasus yang menyeret Heru Hidayat itu.

Surat resmi keberatan tentang masalah penyitaan ini juga sudah dilayangkan pihak PT TRAM pada 2 Maret lalu. Mereka menilai informasi penyitaan itu sangat tidak benar, karena dari pihak PT TRAM belum melakukan penyerahan secara resmi terkait hak pengelolaan tambang kepada pihak BUMN. Pihak Kejagung sendiri juga sudah memberikan klarifikasi, bahwa hingga saat ini belum ada proses serah terima pengalihan hak pengelolaan tambang.

PT TRAM sangat menyayangkan tentang simpang siur informasi penyitaan ini. Sebab, pihaknya mengalami kerugian yang signifikan yang diakibatkan pemberitaan tersebut. Sejumlah kegiatan operasional hingga keuangan PT Gunung Bara Utama mengalami gangguan. PT GBU saat ini sedang mengalami masalah pengaturan keuangan perusahaan, karena sejumlah pihak yang telah bekerja sama melakukan pembatalan dan penundaan.

Mitra yang selama ini menyediakan suplai barang dan kebutuhan PT GBU meminta pembayaran dilakukan di awal, dan menunda proses pengiriman barang karena adanya polemik ini. Bahkan ada juga pelanggan yang selama ini membeli komoditas batubara PT GBU membatalkan pembelian dan meminta percepatan pengembalian dana. Tentu imbas buruk ini sangat mempengaruhi arus keuangan PT GBU. Selain itu, kinerja dan operasional PT GBU menjadi tidak maksimal. Sebab banyak karyawan yang mengaku tidak nyaman dan cemas dengan kondisi perusahaan ke depannya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pihak Kejagung telah melakukan penyitaan terhadap aset tambang batubara PT GBU yang diketahui sebagian sahamnya dimiliki oleh Heru Hidayat. Heru sendiri menjadi tersangka dalam kasus korupsi asuransi Jiwasraya.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !