Detail Berita


Aset Tambang Gunung Bara Utama Disita Kejagung, Adaro Klaim Punya Hak


"Coal"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 06-03-2020

duniatambang.co.id - Pengelolaan aset PT Gunung Bara Utama yang berlokasi di kawasan Kutai, Kalimantan Timur beberapa waktu lalu disita oleh pihak Kejaksaan Agung RI. Hal ini terjadi lantaran pemilik dari Tambang GBU tersebut yaitu Heru Hidayat terbukti terlibat dalam kasus asuransi Jiwasraya.

Setelah dilakukan penyitaan, pihak Kejagung melimpahkan segala operasional GBU ke Kementrian BUMN. Kementrian BUMN lalu menunjuk PT Bukit Asam untuk melakukan pengawasan dan pengelolaan asset pada PT Gunung Bara Utama.

Baca juga: PT Bukit Asam Ambil Alih Pengelolaan Aset Tambang Batubara PT Gunung Bara Utama

Sebagai tambahan informasi, PT Gunung Bara Utama diketahui saham terbesarnya dimiliki oleh PT Black Diamond Energy dan juga PT Batu Kaya Berkat. Dua perusahaan itu ternyata 99,99% sahamnya dimiliki oleh PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM).

Namun, penyitaan tambang PT GBU ini menimbulkan polemik baru. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mengatakan bahwa pihaknya masih memiliki hak dan kepentingan terhadap tambang Gunung Bara Utama.

Hal tersebut bermula saat Adaro memberikan pinjaman kepada pihak TRAM sejumlah US$ 100 juta dengan bunga 12% per tahun untuk keperluan pembangunan jalur pengangkutan batubara dari tambang milik GBU ke tambang milik ADRO. Pinjaman tersebut mengharuskan pihak TRAM memberikan jaminan kepada pihak Adaro berupa saham GBU.

Pihak Adaro pun mengatakan bahwa perjanjian pinjaman tersebut sudah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2019. Dengan berlandaskan hal tersebut, pihak Adaro akan mengambil langkah-langkah untuk mempertahankan hak dan kepentingannya yang masih ada di PT Gunung Bara Utama.

Head of Corporate Communicatioan ADRO Febriati Nadira mengatakan bahwa pihaknya sudah mengirim surat kepada manajemen TRAM untuk mendapatkan klarifikasi dan penegasan atas polemik ini. Belum dapat diketahui, langkah selanjutnya yang akan diambil pihak Adaro maupun TRAM.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Hazred Umar Fathan

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !