Detail Berita


Harus Tahu! Empat Perusahaan Batubara Terbesar di Kalimantan


"Coal Stockpile"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 04-03-2020

duniatambang.co.id - Komoditas batubara memiliki kontribusi yang sangat besar untuk perekonomian Indonesia. Penerimaan Negara Bukan Dari Pajak yang berasal dari komoditas batubara sendiri sebesar Rp 50 triliun setiap tahunnya. Tak salah, jika batubara mendapatkan julukan emas hitam karena hal itu.

Diketahui data terbaru melaporkan bahwa total cadangan batubara Indonesia mencapai angka sebesar 147,6 miliar ton yang berada tersebar di 21 provinsi. Salah satu wilayah yang memiliki cadangan terbesar adalah Pulau Kalimantan, dengan menyumbang jumlah cadangan sebesar 48,2 miliar ton. Lalu perusahaan mana saja yang memiliki tambang batubara terbesar di Pulau itu? Berikut ini ulasannya.

Adaro Indonesia

PT Adaro Indonesia memiliki hak pengelolaan pada tambang batubara di wilayah Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Rata-rata tambang ini menghasilkan batubara sebanyak 50 juta ton setiap tahunnya, nilai ini lebih banyak 10% dari rata-rata produksi batubara nasional.

Dengan besarnya kontribusi tambang batubara Tanjung ini, tentu akan sangat berdampak pada pasokan listrik dan juga ekspor jika mengalami gangguan. Tambang batubara yang dikelola oleh Adaro ini merupakan tambang batubara terbesar di wilayah Bumi bagian selatan, jadi tidak hanya di Indonesia saja.

Berau Coal Energy

Perusahaan ini memulai kegiatan penambangan setelah mendapatkan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) pada April 1983. Diketahui, tambang milik Berau Coal yang terletak di wilayah Binungan, Lati dan Sambarata di Kalimantan Timur dengan luas wilayah sebesar 118.400 hektar. Pada 2018, perusahaan ini pernah mencatatkan jumlah produksi mencapai 15,6 juta ton.

Berau Coal memiliki konsesi yang berlaku hingga tahun 2025 dan bisa diperpanjang sebanyak 2 x 10 tahun berikutnya. Pemilik saham terbesar Berau Coal merupakan perusahaan asal Inggris bernama Vallar Investments UK Ltd, yang diketahui memiliki jumlah saham sebesar 84,7%.

Kaltim Prima Coal

Berlokasi di kawasan Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Kaltim Prima Coal (KPC) merupakan anak usaha dari PT Bumi Resources Tbk. KPC mengelola penambangan batubara dengan luas wilayah sebesar 84.938 hektar. Perusahaan yang berdiri sejak 1982 ini mempekerjakan total karyawan sekitar 25.000 orang.

Produksi batubara tambang KPC mencatatkan rata-rata 50-60 juta ton setiap tahunnya, dan menyumbangkan nilai produksi sebesar 11% komoditas batubara nasional. Setiap harinya, KPC mensuplai batubara kepada para sebanyak 170.000 ton. Konsumen terbesar KPC adalah dari konsumsi dalam negeri sebanyak 28,5%, dan sisanya diekspor ke luar negeri.

Kideco Jaya Agung

Kideco memulai operasional penambangan batubara pada tahun 1993 dengan mencatatkan produksi pertama sebesar 3 juta ton batubara. Saat ini rata-rata produksi batubara Kideco yang berada di kawasan Kabupaten Paser, berada di angka 40 juta ton setiap tahunnya.

Perusahaan yang berada dibawah manajemen Indika Energy Group mencatatkan kontribusi dalam Pendapatan Negara Bukan Pajak terbesar keempat. Saat ini Kideco mempekerjakan total karyawan sebanyak 15.000 orang yang bertugas sesuai kewajiban masing-masing.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor    : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !