Detail Berita


Dilema Pergerakan Emas Di Tengah Polemik Corona


"gold"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 03-03-2020

duniatambang.co.id - Harga emas memang terus bergerak volatil. Emas memang cukup berjaya sejak 2019 lalu, banyak sentimen positif yang mampu membawa emas merangkak naik mulai dari aksi perang dagang AS-China hingga merebaknya wabah virus corona. Bagaimana tidak, emas memang primadona di saat terjadinya kekhawatiran pasar terhadap aset beresiko sehingga emas merupakan opsi yang paling aman untuk dipilih mengingat emas adalah asset safe havens.

Emas bahkan dapat mencapai level tertingginya dalam tujuh tahun terakhir. Namun, pada pekan terakhir Februari lalu emas harus merosot tepatnya pada Jumat (28/2/) harga emas anjlok dalam persentase sebesar 3,35% ke level US$ 1.587,01/ troy ons.

Dalam sepekan di akhir Februari 2020 tepatnya 24-28 Februari emas tercatat jatuh 3,42%. Emas juga diwarnai dengan aksi profit taking atau aksi ambil untung di mana para investor lebih memilih untuk mencairkan uang dari harga emas yang sudah terlampau tinggi.

Namun, setelah sempat redup sepekan. Emas nampaknya kembali menunjukkan kilaunya. Pada awal pekan di bulan Maret emas kembali menunjukkan kenaikan harga. Pada Senin (2/3) pukul 16.25 WIB, harga emas spot berada di level US$ 1.607,02 per ons troi atau secara persentase meningkat sebesar 1,35%. Harga emas memang masih diprediksi akan bergerak volatil. Namun, lonjakan harga emas masih sangat memungkinkan untuk kembali terjadi, Mengingat virus corona kian marak menyebar bahkan sejumlah Negara.

Saat ini, bukan hanya China yang mencatatkan kenaikan korban. Namun, sejumlah Negara lainnya seperti Korea Selatan, Iran dan Italia pun mengalami kenaikan penyebaran corona yang signifikan. Bahkan, hingga saat ini corona sudah menyebar ke 60 negara di dunia. Hal ini diproyeksikan dapat membuat terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi AS dan China yang juga akan berimbas kepada perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia.

Sejumlah analis cenderung melihat akan terjadinya pemangkasan suku bunga secara agresif oleh bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang pada akhirnya dapat membuat emas kembali melejit.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !