Detail Berita


Pasar Semen Stagnan, Begini Performa Penjualan Semen Indonesia Group 2019 Lalu


"Limestone"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 02-03-2020

duniatambang.co.id - Pasar semen sepanjang 2019 lalu memang cenderung stagnan, bahkan industri semen sempat dihinggapi sentimen-sentimen negatif dan dibayangi oleh kondisi oversupply. Salah satu emiten semen yaitu PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau yang sekarang sudah mengalami re-branding menjadi PT Semen Indonesia Group (SIG) juga sedikit banyak terkena imbas dari kurang bergairahnya industri semen pada tahun lalu.

PT Semen Indonesia Group (SIG) pada tahun lalu mencatatkan penjualan semen sebesar 42,61 juta ton semen. Angka penjualan ini merupakan total penjualan dari sejumlah anak usahanya yang meliputi penjualan Semen Indonesia, Thang Long Cement Joint Stock Company (TLCC), dan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) atau yang dulu dikenal sebagai PT Holcim Indonesia.

Jika menelisik penjualan masing-masing perusahaan seperti penjualan Semen Indonesia (SMGR) pada tahun lalu mencapai 30,48 juta ton atau secara persentase turun 0,38% secara year on year. Dimana market semen SMGR terdiri dari domestik dan ekspor, untuk penjualan domestik sebesar 26,82 juta ton dan penjualan ekspor mencapai 3,66 juta ton.

Untuk penjualan semen milik Thang Long Cement Joint Stock Company (TLCC) sendiri juga turun secara persentase sebesar 13,96% year on year atau berada di angka 2,21 juta ton yang terdiri dari 1,35 juta ton untuk penjualan domestik dan 859.575 ton untuk penjualan ke pasar ekspor.

Sedangkan untuk penjualan semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) secara persentase juga turun 2,46% year on year atau sebesar 10,85 juta ton semen. Dari total penjualan tersebut 10,42 juta ton untuk penjualan domestik dan 432,101 ton untuk penjualan ekspor.

Kendati mengalami penurunan penjualan, Semen Indonesia Group tetap bisa bergembira hati, bagaimana tidak melansir data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) kedua perusahaan SIG menguasi pangsa pasar semen domestik dimana pangsa pasar SMGR dan SMCB sepanjang 2019 mencapai 53,4%.

Di sisi lain, hingga kini Semen Indonesia Group belum dapat membeberkan besaran pendapatan dan laba bersih yang mereka dapatkan. Pihaknya baru dapat membeberkan rencana belanja modal atau capital expenditure (capex) pada tahun ini yang mencapai Rp 2 triliun yang nantinya akan digunakan untuk pengembangan produk hilir dan kegiatan maintenance.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Hazred Umar Fathan

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !