Detail Berita


PT Bukit Asam Ambil Alih Pengelolaan Aset Tambang Batubara PT Gunung Bara Utama


"Coal"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 02-03-2020

duniatambang.co.id - Pemerintah melalui Menteri BUMN Erick Thohir akhirnya memberikan hak pengelolaan tambang batu bara milik PT Gunung Bara Utama kepada PT Bukit Asam. Pemilik PT Gunung Bara Utama, yakni Heru Hidayat terbukti terlibat dalam kasus asuransi Jiwasraya. Akibatnya, aset milik Heru disita oleh Kejaksaan Agung RI.

Pihak Kejaksaan Agung RI sebelumnya memang telah melimpahkan segala operasional PT Gunung Bara Utama yang berada di kawasan Kutai, Kalimantan Timur kepada Kementerian BUMN. Alasan penyerahan pengelolaan itu agar nilai aset dari PT Gunung Bara Utama tetap terjaga. Karena akan sangat banyak potensi keuntungan yang terbuang, jika tambang itu terbengkalai lantaran dibekukan Kejagung. Selain itu, kebijakan ini diambil untuk melindungi hak-hak para karyawan PT Gunung Bara Utama.

PT Gunung Bara Utama diketahui saham terbesarnya dimiliki oleh PT Black Diamond Energy dan juga PT Batu Kaya Berkat. Dua perusahaan itu ternyata 99,99% sahamnya dimiliki oleh PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM). Dan Heru Hidayat merupakan salah satu pemegang saham di TRAM dan tercatat pada 31 Januari lalu sahamnya ada sebesar 14,21%.

Setelah proses pelimpahan hak pengelolaan itu, maka PT Bukit Asam bisa langsung memiliki hasil dari penambangan batu baranya. Seperti yang diketahui, PT Gunung Bara Utama memiliki izin wilayah pertambangan seluas 5.350 hektar. Wilayah tersebut telah terbukti memiliki cadangan batu bara sebesar 55,58 juta metrik ton.

Saat ini Kementerian BUMN hanya menyerahkan proses pengelolaan saja kepada PT Bukit Asam. Setelah semua proses persidangan Heru Hidayat selesai, maka akan ditentukan langkah selanjutnya. Kemungkinan besar seluruh aset PT Gunung Bara Utama kepemilikannya akan diambil alih oleh pihak kementerian.

“Ini merupakan kerja nyata, baik dari pihak Kejagung dan juga pihak BUMN tidak ingin prosesnya berlangsung lama. Bahkan jika memang terbukti, secepatnya asetnya akan kita ambil alih. Jadi untuk saat ini pihak PT Bukit Asam sudah bisa menikmati hasilnya,” ungkap Stafsus Kementerian BUMN Arya Sinulingga.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor    : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !