Detail Berita


Pemerintah Siapkan Regulasi Tata Niaga Nikel Bulan Depan


"Hammer trial"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 01-03-2020

duniatambang.co.id - Penutupan keran ekspor bijih nikel (ore) membuat beberapa perusahaan tambang nikel mengeluh dikarenakan harga ore di pasar domestik dipatok dengan harga yang sangat murah. Menanggapi hal tersebut, pemerintah akan membuat regulasi berupa Keputusan Menteri (Kepmen) yang akan diterbitkan bulan depan.

Lemahnya harga nikel di pasar domestik menyebabkan beberapa perusahaan tutup karena tidak bisa mengikuti harga tersebut. Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) Meidy Katrin Lengkey, mengatakan bahwa saat ini harga ore di lapangan hanya dihargai US$ 20,34 per metrik ton. Bahkan harga ore yang memiliki kadar dibawah 1,7% hanya berkisar US$ 18 per metrik ton, diketahui harga tersebut berada di bawah Harga Patok Mineral (HPM) bahkan juga di bawah perhitungan keekonomian Harga Pokok Produksi (HPP).

“Dengan gambaran harga tersebut wajar jika pegiat tambang nikel mengeluh bahkan beberapa sudah tutup, maka dari itu sangat dibutuhkan peran pemerintah untuk menengahi masalah tersebut,” ungkap Meidy.

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak mengatakan, pemerintah saat ini sedang mengkaji hal tersebut dan akan mengeluarkan Kepmen pada bulan depan, sehingga dapat memperbaiki tata niaga nikel domestik.

Dalam Kepmen tersebut akan mengatur HPM sebagai harga dasar untuk jual beli antara penambang dan smelter. Sebagai ruang negoisasi pemerintah juga akan menetapkan rentang batas harga yang berpatokan pada HPM. Mengenai sanksi yang akan diberikan jika ada pihak yang melanggar, saat ini pemerintah tengah berkoordinasi dengan Kemenko Maritim sebagai penjembatan terkait koordinasi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) karena beberapa smelter izinnya adalah Izin Usaha Industri lantaran berada di bawah naungan Kemenperin.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !