Detail Berita


Begini Catatan Permorfa ITMG Tahun Lalu dan Fokus Bisnisnya Tahun Ini


"Coal Stockpile"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 28-02-2020

duniatambang.co.id - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sebagai emiten yang bergerak dalam bisnis tambang batubara, pada tahun lalu memiliki performa kerja yang cukup positif jika dilihat dari aktivitas produksinya. ITMG mencatatkan kenaikan produksi batubara secara persentase sebesar 5,88%  year on year atau berada pada angka 23,4 juta ton batubara.

Dari segi pendapatan, ITMG pada tahun lalu tercatat mengalami penurunan secara persentase sebesar 14,55%  year on year atau secara nominal menjadi US$ 1,71 miliar. Berbanding lurus dengan pendapatan, laba bersih ITMG juga mengalami penurunan secara persentase anjlok sebesar 50,59%  year on year atau menjadi US$ 129,43 juta.

Produksi meningkat namun pendapatan dan laba bersih turun disebabkan oleh tertekannya pasar batubara tahun lalu dan harga batubara yang kurang bergairah. Berkaca dari kondisi pada tahun lalu, ITMG diproyeksikan akan mematok target produksi lebih rendah dibandingkan dengan pada tahun lalu. Namun, ITMG belum dapat menyebutkan besaran angka yang akan dipatok terkait target produksi maupun pendapatan dan laba bersih yang ingin dicapai pada tahun ini.

Terlebih lagi pada kuartal pertama tahun 2020 ini, batubara masih sangat rentan koreksi dan terus dihinggapi sentimen-sentimen negatif yang membuat pasar batubara masih kurang bergairah. Selain itu, kuartal pertama 2020 ini, cuaca di sejumlah wilayah Indonesia masih memiliki curah hujan yang tinggi sehingga sedikit banyak akan mempengaruhi aktivitas penambangan.

Kendati demikian, ITMG tetap optimis dan terus mengupayakan sejumlah strategi untuk mendukung kinerja perusahaan pada tahun 2020 ini. ITMG akan terus mencari potensi pasar ekspor yang baru untuk batubara miliknya. Sebagai informasi, market ekspor ITMG saat ini yaitu China, India, Pakistan, Taiwan, Hongkong, dan Korea. Saat wabah virus corona merebak seperti saat ini, ITMG cukup tenang karena hal tersebut belum mempengaruhi secara signifikan kegiatan ekspor batubara ke China.

Pada tahun ini, ITMG juga akan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) salah satunya untuk kegiatan perluasan pelabuhan seperti pelabuhan Bontang dan pelabuhan Bunyut. Selain itu, Capex tersebut juga akan dialokasikan untuk kegiatan penambahan serta perawatan peralatan dan perlengkapan mesin. Namun, ITMG belum dapat menyebutkan besaran capex yang akan mereka kucurkan. Jika berkaca dengan tahun lalu, ITMG menganggarkan belanja modal sekitar US$ 121,9 juta. ITMG pada tahun ini masih menggantungkan harapan akan adanya katalis yang membuat pasar batubara bergairah.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !