Detail Berita


Harga Emas Dunia Melonjak Termahal Selama 7 Tahun Terakhir


"gold"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 26-02-2020

duniatambang.co.id - Para investor yang merasa khawatir akan pertumbuhan ekonomi global akibat mewabahnya Virus Corona, memberikan pengaruh signifikan terhadap kenaikan harga emas dunia.

Bahkan, harga emas menyentuh level tertinggi sejak 7 tahun terakhir dengan sempat menyentuh di angka USD 1.688,66 per ons, sebelum akhirnya ditutup pada angka USD 1.671,24 per ons. Angka ini diketahui naik sebesar 2.8% dari perdagangan sebelumnya. Sementara itu, untuk emas berjangka AS mengalami kenaikan sebesar 1,7% pada angka USD 1,676,6 per ons.

Bob Haberkorn, analis senior RJO Futures menilai para pelaku pasar mengalami ketakutan dengan kondisi ekonomi global. Bahkan saham Dow Jones juga ikut mengalami penurunan yang cukup signifikan. Namun hal ini bukan semata-mata karena Virus Corona, akan tetapi lebih kepada sudut pandang ekonomi. Virus Corona hanya dianggap sebagai pemicu, namun permasalahan terbesarnya dihasilkan oleh kepanikan para investor akan kondisi ekonomi setelahnya.

Emas dinilai sebagai aset yang paling aman untuk saat ini dalam menghadapi kondisi kepanikan ekonomi global. Selain itu Emas sudah menjadi satu-satunya mata uang yang diterima di seluruh dunia, dan hal ini tidak berubah dari beberapa abad silam. Oleh karena itu, Emas jauh lebih baik dijadikan pertahanan terakhir, dibandingkan aset lain seperti Dollar Amerika dan obligasi.

Kitco memprediksi trend kenaikan harga Emas akan terus terjadi untuk beberapa waktu ke depan dan akan berada di level USD 1.600 ke atas. Menurut pihaknya, penyebab lonjakan harga Emas berawal dari wabah Virus Corona, yang mengancam kejatuhan ekonomi global.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !