Detail Berita


Melalui MGEI - CEO Forum 2020, Dukungan Kuat untuk Eksplorasi


"Exploration dan Mining Company CEO's Forum"
Sumber gambar: Dokumen Dunia Tambang/FPL


Tanggal terbit: 25-02-2020

duniatambang.co.id - Pada hari Kamis 20 Februari 2020, asosiasi profesional geologi IAGI dan MGEI menyelenggarakan Forum CEO untuk membahas prospek industri eksplorasi dan pertambangan tahun 2020. Tamu undangan yang hadir sekitar 50 orang, di mana sekitar 10% mengirim delegasi perempuan. Acara setengah hari ini diadakan dalam bahasa Inggris.

Dalam sambutannya, Stj Budi Santoso Ketua Umum MGEI menyampaikan:

1. Bahwa harga emas tetap di atas US$ 1.600/oz yang dapat mendorong penambang untuk berekspansi dan memberikan lebih banyak royalti kepada pemerintah.

2. Ada banyak tantangan bisnis eksplorasi, industri berharap untuk perbaikan melalui revisi undang-undang pertambangan, dijadwalkan rampung pertengahan 2020. MGEI berkontribusi dengan menyiapkan rekomendasi untuk revisi tersebut.

3. Acara ini adalah kesempatan bagi industri untuk mencari inspirasi dari CEO perusahaan geologi dan pertambangan yang terkemuka.

Rudy Suhendar - Kepala Badan Geologi Indonesia berbicara tentang "Penggambaran Industri Pertambangan Indonesia 2020 dan di masa yang akan mendatang". Pidato yang dipersiapkan dengan baik ini menunjukkan sejumlah slide yang mencerminkan investasi mineral dan batubara, sumber daya dan cadangan bersama dengan produksi beberapa komoditas utama, dan dampaknya terhadap pembangunan Indonesia (4-5% dari PDB).

Ratih Amri - SVP Mining and Minerals Industry Indonesia. MIND ID bertujuan untuk mengeksplorasi sumber daya alam untuk peradaban, kemakmuran dan masa depan bangsa Indonesia yang lebih cerah. Pembukaan ini merupakan pengingat yang bagus untuk promosi yang sedang berlangsung di sektor pertambangan untuk meningkatkan dukungan publik. Presentasi termasuk lingkup pekerjaan yang luas, dan untuk mempertahankan pandangan manajemen yang positif dan progresif. MIN ID harus mempertahankan strategi komitmen 1-2% dari pendapatan kotor eksplorasi, termasuk greenfield dan junior. Investasi di sektor hilir dan peluang di luar Indonesia akan terus berlanjut. MIND ID sedang mengembangkan School of Mines di Timika.

Rachmat Makkasau - Presiden Direktur AMMAN MINERAL NUSA TENGGARA (AMNT) berbicara tentang "Perjalanan menuju keunggulan operasional". AMNT baru-baru ini (2016) mengambil alih aset utama mereka dari tambang Bukit Hijau dan deposit cadangan Elang, bersama dengan area eksplorasi di Rinti dan Lampui. Dalam jangka pendek AMNT melakukan pengurangan di tambang Bukit Hijau untuk memaksimalkan aset dan memperpanjang umur tambang. Ini dilakukan dengan membuang beberapa standar operasional internasional yang diwarisi (tanah lapisan atas minimum untuk reklamasi dll) dari Newmont, bersama dengan pengurangan staf yang signifikan dan perubahan dalam praktik kerja, sambil mempertahankan penekanan pada keselamatan dan reklamasi. AMNT akan terus mengeksplorasi dan mengembangkan wilayah mereka. Ini mungkin termasuk anggaran eksplorasi $ 20 juta/tahun untuk setoran Elang.

Edi Permadi - Presiden Direktur JRESOURCES ASIA PACIFIC berbicara tentang "Bagaimana perusahaan memposisikan dirinya untuk kedaulatan nasional pengelolaan sumber daya alam". Presentasi ini dimulai dengan tinjauan umum perusahaan, dan garis besar proyek-proyek produksi dan eksplorasi emas di Indonesia. J Resources adalah perusahaan baru yang sukses (dibentuk pada tahun 2011) yang dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan eksplorasi lainnya untuk berinvestasi di Indonesia. Sejumlah slide memberikan ringkasan sumber daya dan cadangan, di mana menarik untuk dicatat bahwa kadar emas bervariasi dari 0,5 g / t hingga 1,25 g / t. di berbagai proyek. J Resources mengidentifikasi kurangnya kejelasan tentang konversi KK ke IUPK sebagai masalah industri.

Andrew Neale - Direktur PT. MERDEKA COPPER GOLD Tbk, berbicara tentang "2020 & Beyond - Perspektif Geologi - proyek studi pra-kelayakan tembaga Tujuh Bukit & proyek emas Pani". Pengaturan geologis dari kedua proyek ini diuraikan, bersama dengan aspek-aspek kunci dari studi pra-kelayakan. Tercatat bahwa pengeboran awal Tuju Bukit dekat vertikal, yang diubah menjadi lubang sudut rendah untuk lebih baik memotong sebagian besar dekat badan bijih vertikal. Perbaikan utama dalam proyek Pani terjadi ketika kesepakatan dicapai dengan konsesi J SAP Kontrak Sumberdaya yang berdekatan untuk mengembangkan wilayah batas antara pihak-pihak ini. Ada kerja sama yang erat antara tim geologi masing-masing perusahaan untuk mengumpulkan data secara seragam, sehingga memungkinkan model mereka agar kompatibel. Ini berarti lebih sedikit bijih yang disterilkan dengan batas batas penambangan. Tantangan keseluruhan meliputi peraturan, lisensi sosial dan dukungan keuangan. Penambangan adalah tentang penciptaan nilai, plus pengelolaan risiko dan ketidakpastian.

Nat Adams -  Presiden Direktur, NUSANTARA BINTANG MANAGEMENT (Anggota Newcrest Group) memberikan ikhtisar tentang jejak global Newcrest, dan memberikan beberapa detail tentang aset eksplorasi dan penambangan di Indonesia. Newcrest tertarik untuk mengembangkan investasi baru di Indonesia melalui JV dan kemitraan dan lain-lain. Newcrest dapat membawa teknologi baru, pakar internasional plus investasi modal berkelanjutan.

 

Penulis : Ian Wollff
Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !