Detail Berita


Corona Makin Merebak, Harga Batubara Terancam ke Bawah USD 60 per Metrik Ton


"Coal"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 24-02-2020

duniatambang.co.id – Virus corona yang makin menyebar luas membuat harga batubara semakin tertekan. Bahkan harga batubara diprediksi anjlok di bawah level USD 60 per metrik ton.

Virus Corona yang mematikan ini menjadi sentimen negatif pelemahan komoditas batubara. Virus corona telah menyebar ke berbagai Negara di dunia.

Kasus virus Corona memaksa International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global sebesar 0,1% menjadi 3,2% dan Moody’s memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi China pada tahun 2020 hanya akan berkisar 5,2%. Pelambatan ekonomi China ini akan berdampak terhadap harga komoditas batubara. Karena China adalah Negara konsumen batubara terbesar dari Indonesia.

Meskipun kini virus Corona tetap menghantui China, perusahaan milik pemerintah China yang bergerak pada sektor batubara mulai beroperasi kembali setelah cukup lama vakum akibat virus corona. China akan memperkirakan persiapan seluruh perusahaan batubara di China untuk menstabilkan kembali produksi batubara.

Meski begitu, harga batubara kini belum beranjak naik. Sebelum virus Corona merebak, ekspektasi pasar terhadap harga batubara cukup tinggi. Namun, kini harga batubara terancam terkoreksi.

Analis Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono menilai, bahwa harga batubara di tahun 2020 sulit bangkit meskipun virus corona meredam. Karena masih banyak sentimen negatif yang membayangi pergerakan harga batubara. Salah satunya adalah adanya produk pegganti yang lebih murah yakni gas alam yang kini pasokannya semakin melimpah.

 

Penulis : Mayang Sari

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !