Detail Berita


Ketidakpastian Industri Kapal Nasional, Ekspor Batubara Terancam Berhenti


"Tongkat pengangkut batubara"
Sumber gambar: ekonomi.bisnis.com


Tanggal terbit: 24-02-2020

duniatambang.co.id - Industri batubara saat ini dilanda kekhawatiran, buntut dari keputusan Peraturan Menteri Perdagangan (PERMENDAG) Nomor 82 Tahunn 2017 yang mengatur tentang Penggunaan Angkutan Laut dan Asuransi Nasional Untuk Ekspor dan Impor Barang Tertentu. Melalui PERMENDAG tersebut pemerintah mewajibkan untuk penggunaan kapal nasional untuk melakukan ekspor batubara, namun peraturan tersebut tidak melihat sisi kesiapan dari pemerintah dalam hal persiapan kapal nasional yang akan digunakan.

Anggota Komite Bidang Marketing dan Logistik dari Asosiasi Pertambangan Indonesia (APBI) Tulus Sebastian mengungkapkan, ketersediaan kapal nasional jenis Panamax dengan ukuran 60.000 DWT yang biasa digunakan untuk ekspor batubara hanya berjumlah 18 kapal, itu sudah termasuk dengan kapal angkutan batubara yang digunakan untuk pasar domestik, selain itu kondisi kapal juga sangat mengkhawatirkan, karena dari sisi usia kapal yang berumur dibawah lima tahun hanya berjumlah satu kapal,  melihat keadaan ini sangat tidak menjanjikan untuk penggunaaan kapal nasional sebagai alat transportasi batubara untuk pasar dunia.

Tulus menyebutkan bahwa total volume ekspor batubara Indonesia pada tahun lalu berjumlah 400 juta ton, yang memiliki pasar di China  dan India sebesar 50% lebih, dan Jepang sekitar 20%.   

Ketua Bidang Marketing dan Logistik APBI Hendri Tan mengungkapkan, bila dilihat dari tahun 2019, untuk aktivitas pengapalan ekspor batubara Indonesia berjumlah 7.645 pengapalan, dan menggunakan skema Free On Board (FoB), dimana importir wajib mengusahakan asuransi dan kapal. Berdasarkan data tersebut ketersediaan kapal hanya bisa memenuhi kebutuhan ekspor batubara hanya kurang dari 1%.  “Dengan begitu jika aturan penggunaan wajib kapal nasional diterapkan, akan sangat mengancam bagi kegiatan ekspor batubara Indonesia di pasar dunia,” ungkap Hendri.

Hendri menambahkan  bahwa kekhawatiran tersebut tidak hanya menjadi wacana belaka, karena pada implementasinya saat ini terdapat beberapa pelaku usaha di berbagai negara yang mulai menunda dan mengalihkan impor batubara asal Indonesia untuk periode Mei 2020 ke negara lain.

 

Penulis : Edo Fernando

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !