Detail Berita


Bangun Smelter, Freeport Butuh Puluhan Triliun Rupiah


"Tambang Open Pit PT Freeport Indonesia"
Sumber gambar: economy.okezone.com


Tanggal terbit: 20-02-2020

duniatambang.co.id - PT Freeport Indonesia (PTFI) kini tengah disibukkan dengan salah satu proyek pembangunan smelter yaitu proyek fasilitas pemurnian dan pengolahan tembaga yang terletak di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik Jawa Timur. Smelter ini nantinya dapat mengolah konsentrat tembaga menjadi katoda tembaga dan akan menjadi fasilitas pemurnian logam berharga atau Precious Metal Refinery (PMR). Proyek smelter tersebut diproyeksikan dapat beroperasi pada di Kuartal IV 2023 mendatang.

Proyek smelter ini memang sudah digarap sejak tahun 2019 lalu, melansir data laporan Freeport kepada ESDM, progres pembangunan smelter per Januari 2020 baru mencapai 4,88% dari total proyek. Proyek smelter ini sudah melalui tahap Front End Engineering Design (FEED) dan kini masih berlangsung tahap pematangan lahan. Pada Agustus mendatang, proyek smelter ini direncanakan akan memasuki tahap konstruksi fisik.

Sebagai tambahan informasi, smelter ini akan memiliki kapasitas input sebesar 2 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Selain itu, smelter ini digadang-gadang dapat menghasilkan katoda tembaga sebanyak 550.000-600.000 ton per tahun. Sedangkan untuk kapasitas fasilitas PMR diproyeksikan dapat mengolah 6.000 lumpur anoda per tahun.

Proyek smelter milik PTFI ini digadang-gadang membutuhkan besaran nilai investasi sekitar US$ 3 miliar. Untuk memenuhi kebutuhan investasi tersebut, PTFI membidik pinjaman bank. Direktur Utama PTFI Tony Wenas mengatakan bahwa hingga saat ini sudah ada Sembilan bank baik luar maupun dalam negeri yang bersedia memberikan kucuran dana untuk pembangunan smelter milik perusahaan tambang raksasa satu ini.

Hingga saat ini, PTFI memang masih bisa mendanai menggunakan kas internal. Namun, mengingat kebutuhan dana terus meningkat seiring dengan akan memasuki tahap konstruksi fisik maka PTFI memilih untuk membuka opsi pinjaman bank. Kendati demikian, PTFI belum dapat menjelaskan skema pinjaman tersebut hanya saja pihaknya menegaskan bahwa pinjaman tersebut bersifat corporate debt sehingga tidak akan membebani pemegang saham termasuk MIND ID.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !