Detail Berita


Pemerintah Pertimbangkan Ubah Kuota Produksi Batubara 2020


"Coal"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 18-02-2020

duniatambang.co.id – Pemerintah telah menetapkan target produksi batubara nasional sebesar 550 juta ton untuk tahun 2020. Namun, baru-baru ini pemerintah berencana untuk mengubah target produksi batubara dengan beberapa pertimbangan.

Pada tahun 2019 lalu, produksi batubara sangat fantantis mencapai angka 610 juta ton. Sementara target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2019 yang dipatok adalah 489 juta ton.

Rencana perubahan target produksi batubara ini disampaikan oleh Dirjen Minerba Bambang Gatot Ariyono saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI pekan lalu.

Keputusan pemerintah untuk mempertimbangkan perubahan target produksi batubara pada tahun 2020 ini lantaran harga batubara pada semester I/2020 menunjukkan tren positif. Peningkatan harga batubara ini tentunya akan menggerek Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) batubara.

Target PNBP Minerba tahun ini dipatok di angka Rp44,39 triliun. Sementara pada tahun 2019 lalu PNBP sektor minerba mencapai Rp44,93 triliun dari yang ditargetkan Rp43,27 triliun.

Selain itu, peningkatan produksi batubara juga didorong oleh dampak virus Corona yang menimpa China dan beberapa Negara lainnya.

Sebelumnya, target produksi batubara tahun 2020 adalah 550 juta ton. Jika kuota produksi tahun ini kembali dinaikkan, pemerintah memberikan limit sebesar 60 juta ton menjadi sebesar 610 juta ton.

Hal lain yang harus dipertimbangkan oleh pemerintah dalam menentukan target produksi batubara adalah jumlah Izin Usaha Pertambangan (IUP) batubara daerah dimana ada provinsi tertentu pembahasan RKAB IUP daerah belum selesai dan disetujui.

Selain mengatur target produksi batubara, pemerintah juga akan memperketat pengawasan kuota produksi sehingga bias terjaga dan tidak melambung dari target.

 

Penulis : Mayang Sari

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !