image

"Truck bermuatan besar melintasi jalan raya"
Sumber gambar: rapi.co.id

Dunia Tambang / 17 February 2020 / 0 Komentar

Zero Odol 

Aturan Zero ODOL Beratkan Industri Semen, Ini Tanggapan Sejumlah Emiten

duniatambang.co.id - Zero ODOL atau Zero Over Dimension Over Loading merupakan kebijakan pemerintah mengenai penerapan jalanan bebas truk bermuatan lebih. Kebijakan ini digadang-gadang akan diterapkan pada 2022 mendatang.

Persiapan demi persiapan pun sudah dilakukan sejak 2019 lalu sebelum akhirnya kebijakan zero ODOL ini resmi akan diberlakukan sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 21 Tahun 2019 tentang Pengawasan terhadap Mobil Barang atas Pelanggaran Muatan Lebih (Over Loading) atau Pelanggaran Ukuran Lebih (Over Dimension).

Adanya kebijakan terkait Zero ODOL ini menyisakan kekhawatiran terhadap industri terkait seperti industri semen yang notabene menggunakan armada truk untuk keperluan logistik dan distribusi produk. Jika nantinya tidak diperbolehkan lagi untuk menggunakan truk bermuatan lebih, maka industri semen harus memutar otak mencari alternatif solusi dalam mendistribusikan semen miliknya.

Baca juga: Semen Indonesia (SMGR) Lakukan Rebranding Menjadi Semen Indonesia Group (SIG)

Sejumlah analis pun melihat potensi dampak dari zero ODOL ini mengharuskan emiten semen untuk melakukan penambahan truk, penambahan ongkos angkut, dan penambahan titik distribusi. Hal ini tentu saja akan berimbas pada naiknya biaya operasional dan logistik keperluan distribusi yang pada akhirnya berpotensi membuat kenaikan pada harga semen.

Sejumlah emiten semen seperti PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) yang merupakan emiten pelat merah yang bergerak di industri semen melihat kecenderungan akan adanya potensi kenaikan biaya logistik jika nanti kebijakan zero ODOL ini resmi diberlakukan. Tidak jauh berbeda dengan SMBR, emiten semen lainnya yaitu PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) pun mengatakan bahwa kebijakan ini nantinya akan sangat mempengaruhi biaya logistik dan distribusi. Hal ini dikhawatirkan dapat menekan industri semen, terlebih jika kondisi pasar semen sedang tidak stabil.

Kedua emiten semen itu pun akan memikirkan strategi dan sejumlah opsi yang mungkin dapat diambil untuk menyiasati kebijakan tersebut, salah satunya dengan terus meningkatkan kerjasama dalam bidang transportasi untuk keperluan distribusi produk dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). Hal ini dimaksudkan untuk dapat mengurangi pembengkakan biaya distribusi semen nantinya.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Mayang Sari

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar