Detail Berita


Keran Ekspor Nikel Ditutup, Pendapatan Daerah Eksportir Nikel Tergerus


"Nickel mining"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 13-02-2020

duniatambang.co.id - Polemik ekspor nikel memang masih bermunculan. Ditambah lagi, tahun ini merupakan tahun perdana kebijakan tersebut diberlakukan. Keadaan transisi ini mengharuskan sejumlah pengusaha nikel, pengusaha smelter dan stakeholder terkait melakukan penyesuaian dengan kondisi saat ini.

Penutupan keras ekspor nikel ini menyebabkan penurunan penerimaan daerah terutama di bagian timur Indonesia yang notabane merupakan daerah penghasil nikel. Akibatnya, setoran royalti dari kegiatan ekspor nikel juga berpotensi akan menjadi jauh lebih rendah dibandingkan sebelum keran ekspor nikel ditutup.

Berkurangnya pendapatan daerah dari royalti ekspor nikel juga akan berdampak pada turunnya penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) daerah tersebut. DBH diberikan pemerintah pusat dengan persentase tertentu untuk keperluan desentralisasi daerah tersebut. Salah satu kategori dari DBH tersebut berasal dari DBH Sumber Daya Alam (SDA) yang meliputi Kehutanan, Mineral dan Batubara (Minerba).

Penurunan pendapatan ini tentunya memang sudah diramalkan sejak awal ketika larangan ekspor ini akan diberlakukan. Dari data Rincian DBH SDA Mineral dan Batubara yang ditetapkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada tahun 2020 ini terjadi penurunan yang cukup signifikan pada DBH di provinsi-provinsi yang sejatinya menjadi eksportir nikel.

Melansir data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu, beberapa daerah seperti Provinsi Sulawesi Utara, DBH SDA Minerba 2020 turun menjadi Rp 13,62 miliar dari Rp 39,35 miliar pada tahun lalu. DBH SDA Minerba Sulawesi Tengah turun dari Rp 31,6 miliar menjadi hanya Rp 14,68 miliar.

Sementara DBH SDA Minerba Sulawesi Tenggara turun dari Rp 99,9 miliar menjadi Rp 51,09 miliar. DBH SDA Minerba di Sulawesi Selatan turun menjadi Rp 33,2 miliar dari Rp 42,27 miliar pada tahun lalu. Begitupula yang terjadi di Provinsi Maluku. DBH SDA Minerba di Provinsi Maluku turun menjadi Rp 1,28 miliar dari Rp 3,06 miliar. DBH SDA Minerba di Maluku Utara turun menjadi Rp 30,35 dari Rp 54,81 miliar pada tahun lalu.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !