Detail Berita


Tak Hanya Memakan Korban Jiwa, Corona Juga Gampar Harga Batubara


"Coal"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 11-02-2020

duniatambang.co.id - Virus corona yang berasal dari kota Wuhan China membuat dunia gempar dan was-was. Meluasnya virus ini pun membuat pasar keuangan domestik terutama bursa saham menjadi terancam.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa (11/02/2020) tercatat melemah 0,01% ke level 5.940,74 poin. Saham sektor pertambangan pun ikut melemah 0,03%.

Menurut Chief Officer Standard Chartered Bank Indonesia, Andre Chia, penurunan saham ini adalah dampak dari meluasnya virus corona.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Freddy Tedja mengatakan bahwa virus korona menjadi sentimen negatif di sektor pertambangan batubara. Bagaimana tidak, China merupakan negara importir batubara terbesar dari Indonesia.

Berpatokan data Bursa Efek Indonesia, saham emiten tambang batubara secara rata-rata year to date masih tercatat melemah. Terlihat bahwa saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) terkoreksi 15,43%, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terkoreksi 13,16%. Sementara, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) juga terkoreksi cukup besar yaitu 11,98%.

Harga batubara mengekor dengan harga saham yang juga melemah. Harga batubara kontrak future ICE Newcastle kemarin (10/02/2020) ditutup pada level US$ 68,6/ton.

Virus yang ditemukan pertama kali di Wuhan tersebut mempunyai dampak besar terhadap harga batubara secara global maupun domestik. Virus corona tak hanya banyak memakan korban jiwa, tetapi juga melemahkan harga batubara.

 

Penulis : Mayang Sari

Editor  : Wasis

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !