Detail Berita


Meski Alat Berat Lesu, Bisnis Jasa Pertambangan United Tractors Bersinar


"Alat Berat PT United Tractors Tbk"
Sumber gambar: www.unitedtractors.com


Tanggal terbit: 10-02-2020

duniatambang.co.id - PT United Tractors Tbk (UNTR) merupakan salah satu emiten yang bergerak dalam bisnis komoditas alat berat yang juga memiliki bisnis dalam bidang jasa pertambangan. Sepanjang 2019 yang lalu, bisnis alat berat UNTR memang ikut bergejolak dan sempat beberapa kali merevisi target penjualan karena pasar alat berat yang cenderung lesu. Ditengah lesunya bisnis alat berat, kinerja UNTR cukup bersinar di bidang bisnis jasa pertambangan melalui anak usahanya yaitu PT Pamapersada Nusantara.

PT Pamapersada Nusantara pada tahun 2019 lalu menunjukkan performa kerja yang cukup positif ditengah pasar bisnis batubara yang masih belum stabil. Terhitung hingga November 2019 lalu, volume pengupasan tanah penutup atau overburden removal (OB) mengalami kenaikan sebesar 2,62% (yoy) dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu berada dilevel 916,3 juta bank cubic meter (bcm).

Sejalan dengan meningkatnya volume overburden removal, UNTR melalui anak usahanya PT Pamapersada Nusantara juga mengalami kenaikan pada pengambilan batubara atau coal getting yang secara persentase naik sebesar 5,88% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnyaatau berada dilevel 120,5 juta ton per November 2019. Hal ini bisa dikatakan kinerja jasa pertambangan UNTR pada 2019 menunjukkan performa yang positif.

Kenaikan overburden removal dan coal getting ini didukung pula dengan cuaca sepanjang 2019 lalu cukup mendukung dan tidak adanya hambatan signifikan lainnya di area operasional pertambangan Pamapersada Nusantara. Untuk target overburden removal dan coal getting pada tahun 2020 ini, UNTR belum dapat menyebutkan besaran yang pasti, hanya diperkirakan untuk coal getting tidak jauh berbeda dengan tahun 2019 lalu yaitu berkisar 125 juta—127 juta ton.

Namun, untuk overburden removal besar kemungkinan akan lebih rendah dibandingkan dengan target tahun lalu dikarenakan pelemahan harga batubara yang nampaknya masih akan terjadi. Sedangkan untuk capital expenditure atau capex, UNTR pada tahun ini diproyeksikan sebesar US$ 450 juta. Dimana sekitar 80% akan dialokasikan untuk bisnis jasa pertambangan.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar
Komentar Berita

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !