Detail Berita


IFSH Patok Target Produksi Nikel 2,3 Juta Metrik Ton Tahun Ini


"Nickel mining"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 07-02-2020

duniatambang.co.id - PT Ifishdeco Tbk (IFSH) merupakan salah satu pemain dalam bisnis komoditas nikel. Saat menghadapi kebijakan pemerintah yang kini menutup keran ekspor nikel, IFSH memilih mematok target yang lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2019 lalu. Pada tahun 2020 ini, Target produksi nikel IFSH sebesar 2,3 juta metrik ton dengan kisaran produksi nikel per bulan sebesar 191.000 metrik ton.

Sebagai informasi, pada tahun 2019 lalu IFSH mematok target produksi sebesar 2,5 juta metrik ton dengan realisasi produksi sebesar 2,26 juta metrik ton nikel. Realisasi ini memang lebih rendah dibandingkan dengan target produksi yang dipatok sebelumnya dikarenakan terdampak kebijakan pemerintah yang sempat menghentikan sementara ekspor bijih nikel yang berlangsung hampir 4 pekan yaitu pada Oktober—November 2019 lalu.

Pada tahun ini dengan target produksi yang sudah dipatok sebesar 2,3 juta ton, IFSH berharap dapat merealisasikan target tersebut. IFSH cukup optimis dengan melihat proyeksi permintaan nikel yang cukup baik dari pengusaha-pengusaha smelter lokal. IFSH pun mempertimbangkan kadar nikel yang mereka produksi agar dapat diolah oleh smelter lokal. Sekretaris Perusahaan IFSH Christo Pranoto memproyeksikan permintaan nikel untuk diolah di smelter lokal secara umum berkisar 3 juta metrik ton per bulan.

Kendati demikian, IFSH memproyeksikan pada tahun ini pihaknya besar kemungkinan akan mengalami penurunan laba yang ditaksir sebesar 9% dikarenakan harga jual nikel lokal tidak sebaik harga jual ketika keran ekspor masih dibuka. Untuk itu, IFSH pada tahun ini akan mengoptimalkan kegiatan efisiensi dan mengoptimalkan permintaan nikel lokal dengan terus menjaga kualitas nikel miliknya. IFSH sendiri saat ini sedang menggarap proyek smelter feronikel dengan teknologi rotary kin electric furnace (RKEF) yang diproyeksikan baru akan beroperasi pada 2021 mendatang.

Disisi lain, IFSH sebagai salah satu pengusaha nikel masih menanti kebijakan pemerintah terkait kejelasan regulasi mengenai tata kelola perdagangan nikel domestik yang didalamnya termasuk harga patokan mineral (HPM) untuk komoditas nikel agar tidak merugikan pihak pengusaha nikel maupun pihak smelter domestik yang akan mengolah bijih nikel tersebut. Dengan adanya HPM nantinya, IFSH berharap kinerja perusahaan pada tahun ini masih dapat terus bersinar ditengah kebijakan penutupan keran ekspor nikel.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !