Detail Berita


Produksi Batubara ITMG Tahun 2020


"stockpile batubara"
Sumber gambar: idxchannel.com


Tanggal terbit: 04-02-2020

duniatambang.co.id - PT. Indo Tambang Raya Megah (ITMG) memiliki target produksi batubara sebesar 23,6 juta ton tahun 2019. Angka tersebut diprediksi akan turun di tahun 2020 ini. Angka produksi di tahun 2020 masih dalam tahap finalisasi, sehingga belum dipublikasikan secara luas.

Seperti diketahui, tahun 2019 menjadi tahun yang cukup berat bagi industri pertambangan batubara. Pengaruh dari perang dagang antara Amerika dengan China secara tidak langsung berdampak dengan turunnya pertumbuhan ekonomi yang turut berimbas pada menurunnya permintaan batubara. China, yang menjadi negara dengan produsen dan konsumen batubara terbesar, melakukan kebijakan impor batubara oleh pemerintah-nya sehingga permintaan akan batubara ikut terdampak. Harga batubara sangat dipengaruhi oleh pasokan dan permintaan global.

Sampai dengan kuartal tiga 2019, penjualan batubara ITMG sebagian besar ke pasar Asia Tenggara Non Indonesia. Jika dilihat lebih dalam, penjualan ke kawasan Asia tenggara non Indonesia, India dan Pakistan mencapai US$ 530,94 juta. Sedangkan pasar lain adalah kawasan Taiwan, China, Hong Kong, Korea dengan nilai sebesar US$ 328,95 juta. Jika melihat dari angka pendapatan, ITMG mengalami penurunan sebesar 7,8% pada kuartal ketiga 2019, sehingga laba bersihnya pun turun menjadi US$ 101,22 juta.

ITMG telah memenuhi kuota Domestic Market Obligation (DMO) hingga 15%, kekurangan kuota DMO akan dipenuhi dengan transfer kuota, mengingat kandungan kalori batubara ITMG tergolong tinggi sehingga tidak cocok dengan pasar dalam negeri.

Selama tahun 2019, belanja modal atau capital expendeture (capex) ITMG dialokasikan untuk perluasan pelabuhan, perawatan peralatan dan pelengkapan mesin. Untuk tahun 2020, anggaran belanja modal diprediksi akan lebih kecil, dan dialokasikan untuk peralatan dan perlengkapan mesin.

ITMG memiliki beberapa anak perusahaan tambang batubara yang beroperasi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, seperti PT. Indominco Mandiri, PT. Jorong Barutama Greston, PT. Kitadin (dua lokasi), PT. Trubaindo Coal Mining.

Meskipun harga batubara masih belum rebound, ITMG yang merupakan bagian dari group Banpu ini masih memiliki pasar penjualan batubara yang relatif stabil.

Penulis : Suwanjaya

Editor   : Umar RP.

 

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !