Detail Berita


Waduh Harga Batubara Terkoreksi, Terdampak Virus Corona?


"Aktivitas Tambang Batubara"
Sumber gambar: tecno.tempo.co


Tanggal terbit: 31-01-2020

duniatambang.co.id - Emas hitam atau batubara memang sangat rentan untuk terkoreksi. Hal ini dikarenakan batubara hingga saat ini belum memiliki katalis fundamental yang dapat membuat batubara stabil. Alih-alih katalis, batubara justru masih digandrungi oleh sejumlah sentimen negatif yang membuat harga batubara justru kembali terkoreksi.

Pada penutupan perdangangan Rabu (29/1), harga batubara secara persentase ditutup melemah sebesar 0,96% atau sekarang batubara berada dilevel US$ 66,9/ton. Harga batubara sejak pekan kedua Januari 2020 atau tepatnya pada 14 Januari 2020 memang sudah tercatat terkoreksi. Secara persentase harga batubara hingga Rabu (29/1) sudah terkoreksi sebesar 13,3%. Bahkan Mengutip Bloomberg, harga batubara di Ice New Coal Future Indeks harga batubara saat ini kembali turun ke level terendah setidaknya sejak Desember 2019 lalu yang menyentuh harga US$ 67.30.

Harga batubara terkoreksi disinyalir disebabkan oleh sejumlah faktor seperti wabah virus corona yang saat ini kian menyebar ke berbagai negara dan makin bertambahnya jumlah korban. Bahkan membuat WHO akhirnya mendeklarasikan kondisi saat ini menjadi kondisi gawat darurat dan menjadi perhatian dunia.

Bagaimana tidak, virus corona ini berasal dari negeri tirai bambu China, China merupakan Negara importir batubara terbesar. Ketika situasi di China yang saat ini tengah dalam kondisi darurat corona membuat perekenomian China diperkirakan akan melambat. Hal ini juga diprediksi akan mempengaruhi permintaan batubara China sehingga harga batubara global pun ikut terpengaruh.

Selain itu, faktor pendukung lainnya yang membuat batubara terkoreksi adalah pengurangan permintaan Jerman pasca penutupan 100 pembangkit listrik tenaga batubara dan berakhirnya musim dingin diberbagai Negara yang membuat penggunaan pemanas menurun yang sejalan dengan turunnya konsumsi listrik dan berimbas pada turunnya permintaan batubara. Saat ini, batubara memang tengah mengalami masa yang cukup sulit bahkan sejumlah analis cenderung memproyeksikan harga batubara berkisar US$ 60-US$ 85 hingga akhir tahun 2020.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

 

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !