Detail Berita


Bukit Asam Anggarkan Rp 4,04 Triliun Untuk Proyek Pengembangan


"Aktivitas Tambang Batubara"
Sumber gambar: ptba.co.id


Tanggal terbit: 30-01-2020

duniatambang.co.id - PT Bukit Asam (PTBA), sudah berancang-ancang untuk melakukan berbagai macam proyek dalam rangka pengembangan bisnis. Perusahaan pelat merah, yang baru saja mendapatkan penghargaan PROPER emas 7 kali berturut-turut dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menganggarkan Capital expendeture (capex) sebesar Rp 4,04 triliun di tahun ini.

Angka capex yang dianggarkan tahun ini memang lebih sedikit dibanding tahun lalu, yaitu sebesar Rp 6,47 triliun. Capex yang sudah dianggarkan oleh PTBA, rencana akan digunakan semaksimal mungkin untuk pengembangan sejumlah proyek yang akan dikerjakan emiten batubara ini.

Proyek gasifikasi batubara, merupakan proyek yang akan dikerjakan oleh PTBA yang bekerja sama dengan Pertamina (persero). Saat ini, proyek yang akan dikerjakan di Tanjung enim ini sudah memasuki pembuatan detail konsep atau Front end engineering design (FEED), sebelum memasuki tahap selanjutnya yaitu engineering procurement construction (EPC). Pembuatan pabrik gasifikasi batubara ini diharapkan dapat selesai pada tahun 2023, sehingga tahun 2024 sudah dapat untuk dioperasikan.

PTBA juga akan membangun jalur kereta api untuk angkutan batubara, dari Tanjung Enim-Kertapati dan Tanjung enim-Tarahan. Untuk jalur kereta api ini, PTBA bekerja sama dengan PT. KAI (Kereta Api Indonesia).

Untuk pekerjaan diversifikasi, PTBA saat ini juga sedang menyelesaikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mulut tambang Sumsel-8 di Tanjung enim. PLTU dengan kapasitas 2x620 megawatt (MW) ini diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2022.

Sebagai catatan, PTBA berhasil memproduksi batubara mencapai 21,6 juta ton hingga kuartal ketiga 2019. Untuk tahun ini, PTBA meningkatkan target produksi 30 juta ton dari tahun lalu sebesar 28,5 juta ton.

Dari sisi pemasaran, PTBA akan melakukan penjajakan pasar baru, di samping tetap mempertahankan pasar yang sudah ada, baik itu untuk pasar domestik maupun pasar luar negeri. PTBA memasarkan batubaranya sebanyak 59% untuk pasar domestik. Selain itu, untuk pasar luar negeri, seperti India dengan angka penjualan 11%, Korea 7%, Hongkong 5%, Taiwan 3%, Filipina 3%, Jepang 3%, China 2%, Malaysia 2%, dan sisanya ke beberapa negara lain.

Dengan operasional seperti saat ini, target produksi sejalan dengan cadangan batubara yang dimiliki emiten pelat merah ini. Sekedar catatan, PTBA memiliki cadangan batubara sebesar 3,3 miliar ton. Cadangan batubara yang dimiliki PTBA masih dapat mengakomodasi kegiatan produksi penambangan dalam beberapa puluh tahun mendatang.

 

Penulis : Suwanjaya

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !