Detail Berita


Duh 16 Smelter Nikel Tersendat Pembiayaan


"Pabrik Pengolahan dan Pemurnian"
Sumber gambar: iNews.com


Tanggal terbit: 23-01-2020

duniatambang.co.id – Upaya peningkatan nilai tambah komoditas tambang di dalam negeri yang sudah digaungkan sejak lama akhirnya dapat terealisasi. Sayangnya, setelah resmi berlakunya kebijakan pelarangan ekspor nikel, 16 smelter nikel masih tersendat pembiayaan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membantu perusahaan smelter untuk merampungkan pembangunan smelter. Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak akan memfasilitasi pihak smelter bertemu dengan lembaga keuangan.

Dengan adanya fasilitas tersebut pihak ESDM dapat memantau ketersediaan listrik di smelter, dan pemerintah dapat mengevaluasi jumlah ore sehingga dapat menjaga supply nikel ke pabrik smelter.

Yunus menambahkan bahwa 6 bulan ini pihaknya akan mendorong percepatan tersebut. KESDM akan mempertemukan pihak smelter dengan pihak PLN. KESDM juga akan menyusun profil provisi untuk financial project dan akan mengundang investor yang potensial dengan harapan banyak yang tertarik. Dengan begitu akan ada finalisasi data smelter yang terbangun Januari 2020.

Smelter ini diperuntukkan produk mineral hasil pemurnian nantinya dapat diserap industri logam hilir dalam negeri sehingga tidak perlu lagi mengekspor bahan baku.

Tidak hanya pabrik smelter yang mogok, perusahaan produsen nikel pun banyak yang menyetop produksi lantaran harga jual nikel yang rendah merugikan perusahaan.

Baca juga: Pengusaha Nikel Mogok Produksi, Jangan-Jangan Akibat Pelarangan Ekspor Nih

Meski begitu, ekspor bijih nikel sepanjang tahun 2019 tercatat meningkat 50% menjadi 30 juta ton dari tahun sebelumnya yang hanya 20 juta ton. Lebih lanjut, ekspor bijih nikel matte 64 ribu ton turun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 75 ribu ton. Fero nikel 1 juta ton naik dibandingkan tahun sebelumnya 573 ribu ton. Lalu nikel pig iron sebesar 130 ribu ton turun dibandingkan tahun sebelumnya 323 ribu ton.

 

Penulis : Mayang Sari

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !