Detail Berita


Waduh, Batubara Kembali Terkoreksi


"Aktivitas Tambang Batubara"
Sumber gambar: tekno.tempo.co


Tanggal terbit: 22-01-2020

duniatambang.co.id - Batubara merupakan salah satu komoditas tambang yang nampaknya masih mengalami nasib sial. Bagaimana tidak melihat kinerja tahun lalu, batubara memang cukup lesu. Pada tahun 2020 ini batubara masih menanti katalis positif agar dapat rebound. Kendati masih belum stabil, kinerja batubara tahun ini diharapkan mampu lebih baik dibandingkan pada tahun lalu.

Melansir dari data Bloomberg, pada Selasa (21/1) harga batubara untuk kontrak pengiriman Februari 2020 di ICE New Coal berada dilevel US$ 71,40 per ton. Sedangkan harga batubara di perdagangan ICE New Coal Futures untuk kontrak pengiriman April 2020 merosot ke level US$ 71,30 per metrik ton. Padahal pada Senin (13/1) harga batubara berada di level US$ 76,90 per metrik ton. 

Harga batubara memang masih sulit diprediksi lantaran sangat rentan kembali terkoreksi. Batubara sempat terkerek naik setelah tercapai kesepakatan dagang AS-China. Namun, tidak lama kemudian kembali terkoreksi yaitu pada (16/01) Harga batubara kontrak ICE Newcastle turun 2,11% ke level US$ 71,85/ton. Selain harga batubara yang masih rentan koreksi, volume permintaan batubara juga mengalami penurun.

Permintaan batubara yang menurun memang disebabkan oleh sejumlah faktor seperti penurunan kuota impor China. Penurunan kuota impor China memang menjadi salah satu pukulan hebat bagi batubara dikarenakan China merupakan salah satu importir terbesar bagi komoditas batubara. Isu lingkungan terkait emisi karbon yang kian digalakkan di Eropa membuat eksistensi batubara kalah dengan Gas dan sejumlah pembangkit EBT.

Sejumlah analis meramal bahwa pergerakan batubara untuk jangka menengah berkisar dilevel US$ 70 per ton-US$ 80 per ton. Sedangkan untuk jangka panjang berada dilevel US$ 60 per ton-US$ 85 per ton. Emas hitam ini masih menunggu sentimen positif yang fundamental agar dapat kembali stabil dan meroket meski ditengarai membutuhkan waktu yang cukup lama.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !