Detail Berita


Menelisik Arah Pergerakan Emas, Menguat Lagi?


"gold ingot"
Sumber gambar: tempo.co


Tanggal terbit: 22-01-2020

duniatambang.co.id - Emas memang sempat redup lantaran perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan negeri tirai bambu China mencapai kesepakatan dagang Fase I pada Rabu (15/1/2020) di Washington. Bahkan emas sudah tercatat melemah beberapa hari sebelum kesepakatan dagang tercapai yaitu sejak Senin (13/1) pukul 14:25 WIB, emas tercatat melemah sebesar 0,58% di pasar spot atau berada di level US$ 1.553.01/troy ons.

Kini arah pergerakan emas masih fluktuatif bahkan pergerakan emas secara persentase masih cenderung tipis. Namun, emas masih memiliki potensi untuk dapat kembali menguat. Melansir dari data Refinitiv, pada perdagangan di pasar spot Senin (20/1) pukul 15:10 WIB emas menguat sebesar 0,26% atau berada dilevel US$ 1.560,56/troy ons. Pada hari berikutnya Selasa (21/1/) pukul 09.10 WIB emas menguat sebesar 0,25% atau berada dilevel US$ 1.565,25/troy ons .

Melihat kondisi ini, emas masih memiliki potensi untuk menguat. Penguatan harga emas ini terjadi diprediksi karena pada saat pertemuan World Economic Forum (WEF) di Davos, Dana Moneter Internasional (IMF) menyebutkan bahwa ekonomi pada tahun 2020 masih diwarnai perlambatan.

Bahkan IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Pada tahun ini, IMF meramal pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,4%. Pemangkasan ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah perlambatan ekonomi India yang cukup tajam di luar perkiraan.

Selain itu, kesepakatan dagang AS-China diprediksi tidak akan memberi pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi global. Ditambah lagi, ketegangan di Timur Tengah juga masih sulit diprediksi kelanjutannya. Sejumlah faktor ini membuat adanya ketidakpastian global sehingga menjadi sentimen positif bagi emas sebagai asset safe havens.

Di dalam negeri sendiri, pada Selasa (21/1) harga emas acuan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga ikut terkerek naik mengikuti harga emas global. Secara persentase emas ANTAM mengalami penguatan sebesar 0,28% menjadi Rp 722.000 per gram. Melihat fakta ini, pasar menunggu sejauh mana emas akan kembali terbang?

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !