Detail Berita


Bukit Asam Siapkan 7 Hektar Untuk Tanam Sawit


"Ilustrasi Perkebunan Sawit PT. Bukit Asam Tbk"
Sumber gambar: ANTARA/ptba.co.id


Tanggal terbit: 21-01-2020

Duniatambang.co.id, Jakarta - Untuk mendukung program pemerintah tentang Energi Baru dan Terbarukan, PT. Bukit Asam (PTBA) akan mulai mengeksekusi program tersebut di wilayah operasional bekas tambang. PTBA merencanakan akan menyediakan lahan seluas 7 hektar dari area untuk penanaman sawit. Pamor sawit sendiri saat ini sedang naik daun, berkat program biofuel dari pemerintah mulai dari B20, hingga B30 dari pemerintah yang merupakan bahan bakar campuran minyak fosil dan CPO. B20 dan B30 adalah campuran bahan bakar fosil ditambah dengan persentase kandungan dari minyak sawit.

Selain penanaman sawit yang akan dimulai tahun ini, PTBA juga sedang merencanakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan juga penanaman pohon kaliandra. Proyek PLTS sendiri cocok dengan kawasan di Indonesia, mengingat banyaknya area terbuka luas yang cukup untuk paparan sinar matahari. Sedangkan tanaman kaliandra, yang diketahui berasal dari Guatemala, dapat digunakan untuk bahan bakar apabila sudah dalam bentuk olahan pellet. Ketika sudah dikeringkan, batang kaliandra dapat menghasilkan energi panas seperti batubara. Untuk proyek PLTS dan penanaman kaliandra sendiri saat ini masih dalam tahap kajian engineering dan komersial, sehingga belum ada proyeksi investasi yang harus digelontorkan.

Untuk reklamasi yang sudah dilakukan oleh PTBA, selama ini lebih bersifat konservasi lahan bekas tambang. Reklamasi sendiri dilakukan dengan melakukan penanaman berbagai jenis pohon, seperti sengon, mahoni, kayu putih, angsana, akasia, jati, flamboyan, jambu, jabon. Untuk proyek penanaman sawit seluas 7 hektar, rencananya akan dilakukan di area tambang Tanjung Enim.

Sebagai informasi, PTBA berhasil melakukan penanaman seluas 63,44 hektar untuk tahun 2019. Kegiatan reklamasi dan pengelolaan lingkungan di tahun 2019 memakan anggaran sebesar Rp 92,2 milyar. Sedangkan untuk tahun 2020, target reklamasi lahan bekas tambang seluas 44,5 hektar. Anggaran reklamasi dan pengelolaan lingkungan sendiri menurun menjadi Rp 88,2 milyar.

Proyek Energi Baru dan Terbarukan sendiri menjadi wacana nasional, mengingat di masa depan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil harus mulai dikurangi. Selain program Energi Baru dan Terbarukan di lokasi bekas tambang, PTBA juga melakukan proyek gasifikasi batubara yang bekerjasama dengan Pertamina (Persero). Proyek gasifikasi batubara sendiri diharapkan dapat mengurangi ketergantungan ekspor LPG, dengan dapat mengubah batubara menjadi Dimethil ether (DME).

Berbagai macam program dan diversifikasi terus dilakukan PTBA. Emiten pelat merah, yang baru berhasil meraih 7 kali penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  terus melakukan inovasi dari kegiatannya.

Penulis : Suwanjaya
Editor : Hazred Umar Fathan
Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !