Detail Berita


Bagaimana Merger dan Akuisisi Sektor Tambang pada Tahun 2020?


"coal getting"
Sumber gambar: wartaekonomi.co.id


Tanggal terbit: 17-01-2020

duniatambang.co.id - Dinamika harga komoditas tambang, khususnya batubara yang belum menunjukkan tanda-tanda bakal naik berdampak pada aksi korporasi melalui jalur akuisisi dan merger diprediksi bakalan sepi. Tahun 2019 tampaknya menjadi tahun yang sepi aksi korporasi perusahaan tambang untuk akuisisi ataupun merger.

Yang terbaru barangkali adalah akuisisi oleh Mining Industry Indonesia (Mind ID), yang sedang dalam proses akuisisi saham PT. Vale sebesar 20%. Akuisisi ini diperkirakan akan rampung pada pertengahan tahun 2020 ini.

PT. Bumi Resources pun dikabarkan belum akan melakukan akuisisi ataupun merger untuk waktu dekat. Bumi Resources akan mengoptimalkan tambang yang sudah dimiliki, yaitu KPC, Arutmin dan Pendopo. Selain mengoptimalkan aset existing, BUMI juga akan melakukan fokus dan diversifikasi di sektor non batubara, melalui Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS).

PT. Indika Energy (INDY), belum berniat untuk melakukan akuisisi ataupun merger dalam waktu dekat. INDY masih prioritas pada dua tambang besarnya, yaitu Kideco Jaya Agung dan MUTU sebagai aset andalannya.

Emiten batubara juga akan melakukan diversifikasi, sebagai langkah untuk mengantisipasi tren dunia yang akan mengangkat isu Energi Baru dan Terbarukan. Emiten batubara, yang sudah melakukan diversifikasi bisnis di sektor PLTU, seperti Toba Bara Sejahtera (TOBA) yang membangun PLTU di Gorontalo dan Sulawesi Utara. Sebelumnya, PT. Adaro Energy (ADRO) juga sudah membangun PLTU dengan PT. Tanjung Power di Kalimantan selatan dan PT. Bhimasena Power di Jawa Tengah.

Sebagai catatan, produksi batubara nasional tahun ini mencapai 124,74% dari target, yaitu mencapai 610 juta ton batubara. Di tahun 2020, negara menetapkan angka produksi batubara nasional sebesar 550 juta ton termasuk untuk pasar domestik, seperti Domestic Market Obligation (DMO).

Buka Peluang Akuisisi

Selain beberapa emiten batubara yang belum memilih opsi untuk akuisisi atau merger, beberapa emiten tetap melirik untuk membuka peluang akuisisi. PT. ABM Investama Tbk (ABMM) dan PT. Bukit Asam (PTBA) tetap melirik untuk melakukan aksi korporasi melalui akuisisi.

ABMM saat ini sedang mengincar tambang yang memiliki kalori menengah hingga tinggi. Saat ini ABMM sedang melakukan uji kelayakan tambang yang sedang diincar.

Sedangkan PTBA juga tidak menutup kemungkinan melakukan aksi akuisisi tambang. PTBA akan menjajaki potensi untuk akuisisi, sembari melakukan optimalisasi tambang exsisting dan juga fokus melakukan diversifikasi, khususnya proyek gasifikasi batubara yang bekerja sama dengan Pertamina (Persero).

Apabila harga komoditas batubara merangkak naik atau rebound, dan kepastian hukum Undang-undang Minerba sudah menemui titik terang, aksi korporasi berupa merger ataupun akuisisi bisa jadi akan kembali ramai.

 

Penulis : Suwanjaya

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !