Detail Berita


Begini Strategi Reklamasi Sejumlah Emiten Tambang


"Reklamasi Tambang"
Sumber gambar: menpan.go.id


Tanggal terbit: 15-01-2020

duniatambang.co.id - Reklamasi memang tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan pertambangan. Pengusaha diwajibkan untuk melakukan kegiatan reklamasi pada areal tambang yang sudah tidak produktif lagi. Sejumlah emiten kenamaan dalam industri tambang pun memiliki strategi dalam melaksanakan kewajiban reklamasi tersebut.

Baca juga: Waspada! Bahaya Lubang Bekas Tambang yang Tidak Direklamasi

PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai perusahaan tambang raksasa Indonesia juga terus melakukan kegiatan reklamasi pada lahan tambang miliknya di Grasberg, Papua. Dalam melakukan kegiatan pemulihan lahan bekas tambang tersebut, PTFI merogoh kocek sebesar US$ 2 juta hingga 5 juta per tahun.

Selain itu, PTFI juga mengajukan rancangan rencana reklamasi lahan bekas tambang ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) setiap 5 tahun sekali. PTFI mengatakan bahwa kegiatan reklamasi tambang di Grasberg memang cukup menantang dikarenakan berada di ketinggian 4.200 meter dpl dan cuaca yang ekstrim.

Tidak jauh berbeda dengan PTFI, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga sangat memperhatikan kegiatan reklamasi. Setiap tahunnya anggaran reklamasi Vale terus meningkat. Pada tahun ini, Vale menganggarkan dana untuk keperluan reklamasi sebesar US$ 3,44 juta.

Selain itu, Vale juga mendirikan kebun bibit modern untuk keperluan reklamasi. Bahkan pada tahun 2020 ini Vale akan melakukan kajian dan studi untuk menyulap lahan bekas tambang menjadi sumber energi baru terbarukan.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) juga tidak melupakan fokus terhadap program reklamasi. ANTAM melakukan kegiatan pemulihan lahan bekas tambangnya sesuai dengan peruntukkannya, bahkan ANTAM juga melibatkan warga sekitar tambang melalui program CSR perusahaan. Selain ANTAM, perusahaan pelat merah lainnya yaitu PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga melakukan hal yang sama. PTBA pada tahun ini menganggarkan dana sebesar Rp 88,2 miliar. Bahkan PTBA juga tengah melakukan kajian untuk melakukan konversi lahan bekas tambang menjadi ladang energi. Sejumlah emiten di atas menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan kewajiban reklamasi agar tidak hanya meraup kekayaan alam namun juga turut melestarikan alam kembali.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !