Detail Berita


Batubara Terkerek Naik, Apa Kabar Dengan Emas?


"Ilustrasi Emas"
Sumber gambar: market.bisnis.com


Tanggal terbit: 14-01-2020

duniatambang.co.id - Batubara mencatatkan kenaikan harga selama empat hari berturut-turut karena sentimen positif AS-China yang dikabarkan akan mencapai kesepakatan dagang pada pekan ini. Berbeda dengan batubara, Emas justru mencatatkan pelemahan pada perdagangan Senin (13/1) pukul 14:25 WIB kemarin, emas tercatat melemah sebesar 0,58% di pasar spot atau berada di level US$ 1.553.01/troy ons.

Kabar akan rujuknya AS-China yang ditandai dengan adanya undangan AS kepada China untuk mengadakan pertemuan terkait kesepakatan dagang fase I membuat emas rentan terkoreksi. Bagaimana tidak emas memang digandrungi sebagai asset safe havens, namun ketika perekonomian global berpotensi membaik, pasar akan perlahan meninggalkan emas. Hal ini membuat emas kembali harus merosot.

Namun, emas masih memiliki potensi untuk kembali menguat. Sebagai informasi pada Jumat (10/1), AS merilis data tenaga kerja yang cukup mengecewakan. Lalu pada Selasa (14/1), AS juga dijadwalkan akan merilis data inflasi. Data tenaga kerja dan data inflasi merupakan acuan bagi bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) dalam menentukan suku bunga.

Jika keduanya kembali mengecewakan maka kemungkinan The Fed dapat kembali memangkas suku bunga. Ketika The Fed kembali memangkas suku bunga, hal itu dapat menjadi sentimen positif bagi emas. Oleh sebab itu, sejumlah analis memprediksi emas cenderung berpotensi kembali menguat. Akankah emas dapat kembali terkerek?

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !